Pemerintah pusat terus mendorong pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat melalui program tiga juta rumah. Sebagai wujud nyata dari upaya tersebut, masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama kini dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan. Momentum penting dalam penyaluran pembiayaan ini terlihat pada acara akad massal untuk 62.710 unit KPR rumah subsidi dan KUR perumahan yang diselenggarakan di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Acara yang berlangsung pada tanggal 30 Juli 2026 ini dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum tiba di lokasi acara, Presiden menyempatkan diri untuk menjajal KA Nusantara Explorer dari Semarang menuju Batang. Selain itu, hadir pula Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Saat ingin mengajukan fasilitas pembiayaan ini, hal pertama yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah menentukan bank penyalur yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan data dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, terdapat beberapa institusi perbankan yang mencatatkan prestasi tertinggi dalam penyaluran kredit. Untuk kelompok bank milik negara atau Himbara, Bank Tabungan Negara (BTN) menduduki peringkat pertama sebagai penyalur KPR subsidi tertinggi. Sementara itu, untuk program KUR perumahan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur dengan realisasi paling tinggi. Bagi masyarakat yang lebih memilih layanan dari perbankan swasta, Bank Nobu tercatat sebagai penyalur dengan realisasi tertinggi di kelasnya. Di tingkat daerah, Bank Jateng berhasil menjadi penyalur terbesar untuk kategori Bank Pembangunan Daerah. Prestasi Bank Jateng dalam penyaluran KUR perumahan ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden dan Menteri PKP.
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami

Tahapan selanjutnya dalam proses pengajuan adalah memastikan bahwa profil keuangan calon debitur sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah dan pihak bank. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan kredit perumahan ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Profesi calon penerima manfaat sangat beragam, mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, wiraswasta, hingga pekerja informal. Sebagai contoh, persyaratan yang diterapkan oleh Bank Jateng mengharuskan calon debitur memiliki penghasilan di bawah Rp8 juta per bulan. Batasan pendapatan ini diberlakukan agar program pembiayaan rumah subsidi dapat tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat yang berada pada kelompok desil satu, dua, tiga, dan empat untuk segera mendapatkan rumah yang layak huni.
Setelah memastikan kelayakan, calon debitur perlu memahami rincian manfaat serta skema cicilan yang ditawarkan oleh bank penyalur. Program KPR subsidi memberikan berbagai keringanan finansial yang signifikan bagi nasabah. Melalui layanan Bank Jateng, baik konvensional maupun Bank Jateng Syariah, nasabah akan mendapatkan suku bunga yang sangat terjangkau, yakni sebesar lima persen per tahun. Tidak hanya itu, calon debitur juga berhak menerima bantuan subsidi senilai Rp4 juta. Keuntungan lainnya adalah pembebasan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Untuk meringankan beban cicilan bulanan, bank menyediakan pilihan jangka waktu pembayaran atau tenor selama 15 tahun dan 20 tahun. Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menyebutkan bahwa khusus untuk program FLPP tahun 2026, bank tersebut telah menyalurkan pembiayaan kepada 663 debitur dengan nilai sekitar Rp104 miliar per tanggal 27 Juli 2026.
Pertamina Kejar Seluruh SPBU Salurkan B50 pada Akhir September

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memantau informasi terkait ketersediaan kuota dan pelaksanaan akad massal di wilayah tempat tinggal Anda. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan program ini. Pada tanggal 30 Juli 2026, BP Tapera menjadwalkan pelaksanaan akad massal untuk 62.000 unit KPR rumah subsidi di lebih dari 100 titik yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia. Sebagai referensi wilayah dengan tingkat keberhasilan penyaluran tertinggi, Provinsi Jawa Tengah saat ini menempati posisi pertama di Indonesia. Total realisasi kredit program perumahan di Jawa Tengah per 29 Juli 2026 telah mencapai Rp4,96 triliun dengan total 28.275 debitur. Setelah Jawa Tengah, empat provinsi lain yang menduduki peringkat lima besar secara berurutan adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali. Memahami peta penyaluran ini dapat membantu Anda mengukur peluang dan mempersiapkan dokumen pengajuan dengan lebih baik.






