Menteri Perdagangan Budi Santoso mengingatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mewaspadai gempuran produk asing yang kian mendominasi pasar domestik. Keberhasilan ekspansi produk luar negeri tersebut dinilai bukan semata-mata karena keunggulan mutu, melainkan sokongan modal besar yang dialokasikan untuk strategi promosi dan periklanan.
Budi menegaskan bahwa produk buatan pengusaha lokal sejatinya memiliki kualitas yang setara dengan barang impor. Namun, keterbatasan anggaran pemasaran membuat produk dalam negeri kerap kalah bersaing dalam membangun popularitas merek.
Contoh nyata terlihat pada masifnya ekspansi gerai waralaba makanan asing di berbagai wilayah Indonesia. Produk-produk tersebut cepat viral dan mendominasi pasar berkat belanja iklan yang masif. Di sisi lain, potensi waralaba kuliner lokal kerap terhambat akibat minimnya promosi.
Bos Danantara Buka Suara soal Penyewaan Gedung Graha Merah Putih Telkom oleh BGN

"Mereka (pengusaha lokal) mungkin modalnya enggak besar, sehingga promosinya kurang," kata Budi saat membuka agenda Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama META di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
Guna menjembatani kesenjangan permodalan tersebut, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendorong UMKM mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Efisiensi yang ditawarkan AI dinilai mampu membantu pengusaha lokal memperluas jangkauan promosi tanpa harus membebani biaya operasional, baik untuk memperkuat pangsa pasar domestik maupun membuka peluang ekspor.
Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia, Berni Moestafa, menyatakan pihaknya tengah melatih ratusan pelaku usaha untuk mengoptimalkan AI dalam penjualan dan pemasaran digital. Program ini dirancang selaras dengan prioritas Kementerian Perdagangan untuk memperluas diversifikasi pasar ekspor nasional.
MRT Siapkan Revitalisasi Kota Tua, Konsep Bakal Beda dengan Blok M

Menurut Berni, persoalan utama yang dihadapi UMKM tanah air saat ini adalah keterbatasan eksposur pasar, terutama di tingkat internasional, bukan masalah kualitas produk. Dalam pelatihan tersebut, materi kesiapan ekspor disampaikan langsung oleh atase perdagangan Kementerian Perdagangan.
Untuk mendukung daya saing digital UMKM, Meta menyediakan solusi Advantage Plus yang membantu perencanaan strategi pemasaran, pembuatan konten visual, penyusunan naskah iklan, hingga penerjemahan takarir ke bahasa negara tujuan ekspor. Selain itu, fitur Meta Business Agent disiapkan sebagai asisten virtual otomatis yang mampu melayani respons calon pembeli selama 24 jam penuh.






