PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah mematangkan rencana revitalisasi kawasan Kota Tua dengan pendekatan penataan ruang interaktif atau placemaking. Meski mengadopsi kesuksesan aktivasi ruang publik seperti di Blok M, konsep yang diterapkan di kawasan utara Jakarta ini dipastikan berbeda karena memprioritaskan pelestarian warisan sejarah.
Fokus utama penataan Kota Tua diarahkan untuk menghidupkan kembali denyut kawasan tanpa mengikis karakter historisnya. Ciri khas seperti arsitektur bergaya Little Amsterdam dan kawasan pecinan (Chinatown) akan tetap dipertahankan, lalu dipadukan dengan ruang aktivitas komunitas serta sektor ritel.
Terkoneksi Jalur MRT Fase 2A
Rencana revitalisasi ini dirancang terintegrasi dengan pembangunan koridor MRT Fase 2A rute Bundaran HI鈥揔ota Tua. Jalur transportasi massal bawah tanah tersebut melintasi sejumlah kawasan strategis mulai dari Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, hingga bermuara di Kota Tua.
Manfaat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Bacaan, Keutamaan dan Tata Cara

Sebagai bagian dari arahan rancang kota (Urban Design Guideline) Glodok鈥揔ota Tua, MRT Jakarta telah menyiapkan panduan pengembangan untuk kawasan Pintu Besar Selatan. Konsep ini menitikberatkan pada keberadaan fasad komersial aktif (commercial active frontage), penyediaan jalur pedestrian yang aman dan ramah pejalan kaki, serta integrasi fasilitas ruang hijau dan biru.
Dalam menjalankan placemaking, MRT Jakarta berpijak pada empat prinsip utama: akses dan konektivitas, kenyamanan dan citra kawasan, keragaman aktivitas serta pengguna, dan penguatan interaksi sosial antarmasyarakat.
Perbandingan dengan Capaian di Blok M
Penataan kawasan berbasis transportasi sebelumnya telah diterapkan di Blok M, Jakarta Selatan. Saat ini proses revitalisasi Blok M tercatat baru berjalan sekitar separuh dari keseluruhan rencana induk, tetapi telah menunjukkan dampak pergerakan publik yang signifikan.
Seluruh Bandara InJourney Airports Kembali Beroperasi Penuh Usai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kawasan Blok M mencatatkan kunjungan sekitar 40 ribu orang per hari pada hari kerja dan meningkat menjadi 60 ribu hingga 70 ribu orang pada akhir pekan tanpa acara khusus. Angka tersebut dapat melonjak hingga 80 ribu sampai 90 ribu pengunjung saat terdapat kegiatan atau acara tertentu. Ekosistem tersebut juga telah menyerap hampir 500 pelaku UMKM sebagai tenant dan merangkul juru parkir informal untuk beralih menjadi petugas parkir resmi.
Kendati konsep dasar untuk Kota Tua telah disusun, proyek ini masih berada dalam tahap perancangan kawasan. PT MRT Jakarta belum merilis detail linimasa pembangunan fisik, estimasi kebutuhan investasi, maupun rincian bentuk akhir dari infrastruktur yang akan dibangun.






