Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan klarifikasi langsung terkait pernyataan dalam pidato politiknya yang sempat menyinggung bahwa kekuasaan memiliki batas waktu. Penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-25 Partai Demokrat yang diselenggarakan di Indonesia Arena, GBK, Senayan, pada Rabu (9/9/2026).
AHY mengungkapkan bahwa langkah klarifikasi ini dilakukan karena dirinya merasa khawatir pernyataan mengenai batas waktu kekuasaan tersebut memicu salah tafsir di tengah publik maupun internal pemerintahan. Menurut AHY, pidato politik yang disampaikannya sejatinya bertujuan untuk membakar semangat para kader Partai Demokrat sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai dasar dan arah perjuangan partai.
Melalui arahan tersebut, AHY ingin memastikan seluruh kader memahami secara utuh tanggung jawab yang diemban sebagai bagian dari koalisi pemerintahan saat ini. Ia menegaskan bahwa posisi Partai Demokrat sangat jelas, yaitu berkomitmen penuh dan menginginkan agar roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat meraih keberhasilan.
Real Madrid vs Inter Milan dan Romantisme Jose Mourinho, Los Blancos Menang 2-1 di Bernabeu

AHY juga menegaskan komitmen serta kesiapan jajaran Partai Demokrat untuk menjalankan tugas dan amanah pemerintahan dengan penuh dedikasi. "Bapak Presiden dapat mengandalkan Partai Demokrat. Kami akan bekerja dengan loyalitas, kami akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab," ujar AHY.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa kesetiaan kepada jajaran pimpinan negara selaras dengan pengabdian kepada masyarakat luas. Ia menyatakan bahwa bagi Partai Demokrat, tidak ada pertentangan antara bersikap loyal kepada pemerintahan dan tetap setia membela kepentingan rakyat.
Dalam kesempatan yang sama, AHY turut menguraikan hubungannya dengan dua figur sentral yang hadir dalam perayaan tersebut. AHY menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai atasannya saat ini dalam struktur pemerintahan, sementara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan mentor sekaligus sosok yang menjadi rujukan utamanya dalam menimba ilmu serta pengalaman politik.
KPK Usut Aliran Dana dan Aktor Intelektual Korupsi Upah Pungut Bappenda Bogor

Di sela-sela pidatonya, AHY sempat melontarkan kelakar mengenai kehati-hatiannya dalam berpidato di hadapan Prabowo dan SBY. Ia mengaku harus membaca serta mengikuti naskah pidato yang telah disiapkan secara saksama demi menghindari kekeliruan.
"Harus sesuai teks, karena salah sedikit risikonya datang dari dua arah, dari dua senior," kelakar AHY.






