berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Ekonomi

Menakar Arah Kebijakan Hilirisasi sebagai Simbol Kedaulatan Ekonomi Daerah

Sri NugrohoDiterbitkan 14 Agu 2026 - 04.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menakar Arah Kebijakan Hilirisasi sebagai Simbol Kedaulatan Ekonomi Daerah
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia terus mendorong perubahan besar dalam pengelolaan sumber daya alam melalui kebijakan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Langkah strategis ini menuntut komitmen kuat agar kekayaan bumi Nusantara tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa pengolahan. Dalam konteks inilah, gagasan bahwa Hilirisasi Jadi Instrumen Berdaulat di Negeri Sendiri kini semakin mengemuka sebagai pilar utama kebijakan ekonomi nasional yang diharapkan mampu memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara terbuka menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan instrumen utama untuk mewujudkan kedaulatan Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Jakarta pada Jumat (7/8). Menurutnya, gagasan pengelolaan sumber daya alam yang mandiri tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Bahlil mengakui bahwa pada tahap awal pelaksanaannya, program hilirisasi belum sepenuhnya mencerminkan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila. Manfaat ekonomi dinilai masih lebih banyak mengalir kepada pemerintah pusat dan investor asing, sementara masyarakat di daerah penghasil belum merasakan dampak yang optimal. Dominasi asing ini, menurut Bahlil, terjadi karena perbankan domestik sebelumnya enggan membiayai proyek pengolahan berskala besar. Namun, situasi tersebut mulai membaik dengan adanya dukungan pembiayaan dari dalam negeri, salah satunya melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

Baca Juga

Cara Mengatasi Triple Defisit Ekonomi Indonesia Melalui Aliran Dana Investor Asing

Cara Mengatasi Triple Defisit Ekonomi Indonesia Melalui Aliran Dana Investor Asing

Kehadiran institusi pembiayaan domestik diharapkan mampu memperbesar keterlibatan pelaku nasional dalam industri pengolahan. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk merealisasikan proyek-proyek hilirisasi. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah, membangun industri, dan membuka lapangan pekerjaan secara masif. Di saat yang sama, pemerintah juga mempertahankan kebijakan larangan ekspor untuk komoditas mentah seperti bijih bauksit dan konsentrat tembaga demi menjamin pasokan industri hilir di dalam negeri.

Di balik upaya percepatan tersebut, hilirisasi masih menyisakan pekerjaan rumah terkait pemerataan kesejahteraan di daerah penghasil. Laporan bertajuk Reformasi DBH Minerba untuk Hilirisasi Mineral Kritis yang Berkeadilan dari organisasi nirlaba Cerah menyoroti ketimpangan dalam mekanisme pembagian Dana Bagi Hasil (DBH). Policy Strategist Cerah, Naomi Devi Larasati, mengungkapkan bahwa Provinsi Sulawesi Tengah hanya menerima alokasi DBH sebesar Rp200 miliar pada tahun 2025, padahal wilayah tersebut memberikan kontribusi nilai ekonomi bagi penerimaan negara hingga Rp570 triliun. Ketimpangan serupa turut dialami oleh Kabupaten Halmahera Tengah yang menyumbang pendapatan negara Rp12,5 triliun pada 2024, tetapi hanya menerima alokasi DBH sebesar Rp1,1 triliun.

Baca Juga

Duduk Perkara Masalah LRT City hingga Danantara Panggil ADHI dan Langkah Penanganan bagi Konsumen

Duduk Perkara Masalah LRT City hingga Danantara Panggil ADHI dan Langkah Penanganan bagi Konsumen

Ketimpangan distribusi ini disebabkan oleh formula perhitungan DBH mineral dan batu bara yang masih mengacu pada royalti luas lahan dan nilai penjualan bijih mentah, sehingga gagal menangkap nilai tambah yang dihasilkan oleh fasilitas pengolahan. Untuk mewujudkan hilirisasi yang berkeadilan, ditekankan perlunya reformasi mekanisme pembagian manfaat yang berlandaskan pada tiga aspek utama, yakni proporsionalitas, aksesibilitas, dan keberlanjutan. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana di tingkat daerah juga mutlak diperlukan agar masyarakat lokal benar-benar dapat menjadi tuan di negerinya sendiri.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Danantara IndonesiaKementerian ESDMHilirisasiBahlil Lahadalia

Berita Terbaru Lainnya

Komisi X DPR Setujui Pembaruan Buku Pelajaran, Minta Tak Jadi Ladang Bisnis BaruHasil Pertandingan Bali United vs Sabah FC pada Dewata Challenge Series 2026Strategi Bank Aladin Syariah Menjaga Kualitas Aset di Era DigitalAnalisis Penyebab Saham GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI dan Tinjauan Kinerja KeuangannyaCara Mengatasi Triple Defisit Ekonomi Indonesia Melalui Aliran Dana Investor AsingUpaya Pemerintah Pusat Mengatasi Kebakaran Hutan dan LahanBea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas oleh WNA China di Kemaluan dan DuburSkema Kredit Bunga Rendah dan Tanpa DP untuk Pembelian Motor Listrik Nasional

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap