berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Memahami Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir

Marthen TandirerungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 11.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya tengah mempersiapkan sebuah proyek strategis di sektor ketahanan pangan yang patut mendapat perhatian publik. Proyek berskala besar ini berupa pembangunan pusat penggemukan sapi di Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir. Lokasi pembangunan tersebut secara administratif berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan alokasi nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun, pengembangan kawasan seluas 20 hektare ini dilakukan dengan tujuan utama untuk memperkuat pasokan daging sapi sekaligus mendukung ketahanan pangan Jakarta. Bagi masyarakat sekitar, pelaku usaha lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya, sangat penting untuk memahami langkah-langkah persiapan serta detail rencana proyek ini agar dapat mengantisipasi dampak pembangunan dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah awal dalam memahami proyek ini adalah mengetahui secara pasti status lahan dan peruntukan utamanya. Kawasan peternakan terintegrasi ini sepenuhnya menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pembangunan tersebut dapat berjalan sebagai tindak lanjut atas persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) yang dikeluarkan oleh Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta. Lebih lanjut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyatakan bahwa lahan di Ciangir tersebut akan dikembangkan secara khusus sebagai kawasan ketahanan pangan yang mencakup sektor peternakan, perikanan, dan pertanian. Penegasan dari Pramono Anung ini juga sekaligus memastikan bahwa kawasan tersebut tidak akan difungsikan sebagai lokasi alternatif untuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isu lingkungan terkait pengelolaan sampah.

Baca Juga

Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Dana Pendidikan Mulai 2028

Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Dana Pendidikan Mulai 2028

Langkah kedua yang perlu diperhatikan adalah mengenali berbagai fasilitas modern yang akan dibangun di dalam area pengembangan seluas 20 hektare tersebut. Di bawah pengelolaan Perumda Dharma Jaya yang dipimpin oleh Direktur Utama Raditya Endra Budiman, kawasan ini akan beroperasi sebagai pusat penggemukan sapi. Fasilitas terintegrasi yang disiapkan akan sangat lengkap, mencakup pembangunan kandang penggemukan, kandang karantina, rumah potong hewan (RPH), serta penyediaan lahan khusus untuk hijauan pakan ternak. Tidak hanya kelengkapan fasilitas fisik, kebutuhan pakan ternak untuk sapi-sapi di kawasan ini juga akan dipenuhi secara mandiri. Pemenuhan pakan tersebut akan memanfaatkan teknologi terkini untuk memastikan pasokan nutrisi ternak tetap terjaga secara konsisten dan efisien.

Langkah ketiga adalah memetakan dan menangkap peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat lokal di sekitar lokasi pembangunan. Kehadiran pusat peternakan modern di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang ini diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif dan terukur bagi masyarakat sekitar. Proyek ini membuka peluang berupa penyerapan tenaga kerja baru yang dapat diisi oleh warga setempat. Selain itu, terdapat pula potensi kemitraan strategis dalam hal penyediaan hijauan pakan ternak yang bisa dikerjasamakan dengan para petani lokal. Pemberdayaan pelaku usaha lokal di sekitar lokasi juga menjadi salah satu fokus dari pengembangan kawasan ini, sehingga roda perekonomian daerah dapat bergerak lebih cepat dan memberikan kesejahteraan tambahan bagi warga sekitar.

Baca Juga

Daftar 5 Orang Terkaya di Dunia per Juli 2026, Elon Musk Masih Memimpin

Daftar 5 Orang Terkaya di Dunia per Juli 2026, Elon Musk Masih Memimpin

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memantau jadwal pelaksanaan fisik proyek dengan cermat agar selaras dengan rencana persiapan usaha atau pencarian kerja. Berdasarkan target waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan pengelola, pembangunan infrastruktur kawasan peternakan ini dijadwalkan baru akan dimulai pada bulan November 2026 atau pada akhir tahun 2026. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap persiapan awal yang krusial, meliputi proses koordinasi lintas instansi, pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat luas, serta pengurusan berbagai dokumen perizinan. Mengingat proyek ini masih dalam tahap administratif, masyarakat dan calon mitra usaha diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi agar dapat bersiap diri secara optimal sebelum tahap konstruksi fisik benar-benar dimulai.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiTangerangKetahanan PanganPeternakanCiangirDharma Jaya

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Sudaryono Mencegah Korupsi dalam Program Makan Bergizi GratisMendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Numan yang Berkeliling IndonesiaFakta-Fakta Kasus Perusakan Rumah Polisi di Karawang Terkait Penyelidikan Obat KerasPemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Dana Pendidikan Mulai 2028Cara Menyesuaikan Anggaran Kendaraan Setelah Perubahan Harga BBM di SPBU BPMemahami Modus Penyimpangan dan Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Makan Bergizi GratisDaftar 5 Orang Terkaya di Dunia per Juli 2026, Elon Musk Masih MemimpinRincian Penyesuaian Harga BBM BP-AKR dan Pertamina Patra Niaga per 1 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap