Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya tengah mempersiapkan sebuah proyek strategis di sektor ketahanan pangan yang patut mendapat perhatian publik. Proyek berskala besar ini berupa pembangunan pusat penggemukan sapi di Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir. Lokasi pembangunan tersebut secara administratif berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan alokasi nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun, pengembangan kawasan seluas 20 hektare ini dilakukan dengan tujuan utama untuk memperkuat pasokan daging sapi sekaligus mendukung ketahanan pangan Jakarta. Bagi masyarakat sekitar, pelaku usaha lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya, sangat penting untuk memahami langkah-langkah persiapan serta detail rencana proyek ini agar dapat mengantisipasi dampak pembangunan dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya.
Langkah awal dalam memahami proyek ini adalah mengetahui secara pasti status lahan dan peruntukan utamanya. Kawasan peternakan terintegrasi ini sepenuhnya menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pembangunan tersebut dapat berjalan sebagai tindak lanjut atas persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) yang dikeluarkan oleh Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta. Lebih lanjut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyatakan bahwa lahan di Ciangir tersebut akan dikembangkan secara khusus sebagai kawasan ketahanan pangan yang mencakup sektor peternakan, perikanan, dan pertanian. Penegasan dari Pramono Anung ini juga sekaligus memastikan bahwa kawasan tersebut tidak akan difungsikan sebagai lokasi alternatif untuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isu lingkungan terkait pengelolaan sampah.
5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

Langkah kedua yang perlu diperhatikan adalah mengenali berbagai fasilitas modern yang akan dibangun di dalam area pengembangan seluas 20 hektare tersebut. Di bawah pengelolaan Perumda Dharma Jaya yang dipimpin oleh Direktur Utama Raditya Endra Budiman, kawasan ini akan beroperasi sebagai pusat penggemukan sapi. Fasilitas terintegrasi yang disiapkan akan sangat lengkap, mencakup pembangunan kandang penggemukan, kandang karantina, rumah potong hewan (RPH), serta penyediaan lahan khusus untuk hijauan pakan ternak. Tidak hanya kelengkapan fasilitas fisik, kebutuhan pakan ternak untuk sapi-sapi di kawasan ini juga akan dipenuhi secara mandiri. Pemenuhan pakan tersebut akan memanfaatkan teknologi terkini untuk memastikan pasokan nutrisi ternak tetap terjaga secara konsisten dan efisien.
Langkah ketiga adalah memetakan dan menangkap peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat lokal di sekitar lokasi pembangunan. Kehadiran pusat peternakan modern di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang ini diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif dan terukur bagi masyarakat sekitar. Proyek ini membuka peluang berupa penyerapan tenaga kerja baru yang dapat diisi oleh warga setempat. Selain itu, terdapat pula potensi kemitraan strategis dalam hal penyediaan hijauan pakan ternak yang bisa dikerjasamakan dengan para petani lokal. Pemberdayaan pelaku usaha lokal di sekitar lokasi juga menjadi salah satu fokus dari pengembangan kawasan ini, sehingga roda perekonomian daerah dapat bergerak lebih cepat dan memberikan kesejahteraan tambahan bagi warga sekitar.
Jangan Lupa Serbu Transmart Full Day Sale! Gebyar Diskon 50% + 20%

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memantau jadwal pelaksanaan fisik proyek dengan cermat agar selaras dengan rencana persiapan usaha atau pencarian kerja. Berdasarkan target waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan pengelola, pembangunan infrastruktur kawasan peternakan ini dijadwalkan baru akan dimulai pada bulan November 2026 atau pada akhir tahun 2026. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap persiapan awal yang krusial, meliputi proses koordinasi lintas instansi, pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat luas, serta pengurusan berbagai dokumen perizinan. Mengingat proyek ini masih dalam tahap administratif, masyarakat dan calon mitra usaha diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi agar dapat bersiap diri secara optimal sebelum tahap konstruksi fisik benar-benar dimulai.






