berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Politik

Mardiono soal RUU Pemilu, Dalam Demokrasi Tidak Boleh Ada Monopoli

Fitri KaraengDiterbitkan 21 Agu 2026 - 09.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mardiono soal RUU Pemilu, Dalam Demokrasi Tidak Boleh Ada Monopoli
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Hukum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diselenggarakan pada hari Kamis, 20 Agustus 2026 di Jakarta Pusat menjadi momentum penting bagi partai tersebut untuk menyuarakan pandangannya mengenai arah demokrasi nasional. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, bersama jajaran pengurus partai lainnya. Dalam kesempatan ini, Mardiono memberikan perhatian khusus pada isu-isu krusial yang tengah berkembang di ranah politik tanah air, terutama mengenai pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu yang sedang berjalan.

Fokus utama yang disampaikan oleh Muhamad Mardiono dalam Rakornas Bidang Hukum tersebut adalah mengenai wacana perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dalam revisi UU Pemilu. Mardiono secara tegas menyatakan bahwa dalam sistem demokrasi, tidak boleh ada monopoli yang dilakukan oleh partai politik tertentu, terutama oleh mereka yang saat ini memiliki kekuatan besar. Ia mengingatkan bahwa esensi dari demokrasi adalah keterbukaan dan kesempatan yang sama bagi setiap kelompok untuk berkontribusi dalam pemerintahan, bukan dominasi sepihak oleh kelompok-kelompok besar saja.

Baca Juga

Soal Wacana Ambang Batas Parlemen 5 Persen, PDIP Minta Tetap Patuhi Putusan MK

Soal Wacana Ambang Batas Parlemen 5 Persen, PDIP Minta Tetap Patuhi Putusan MK

Lebih lanjut, Mardiono menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia didirikan dan dibangun secara bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa dengan berlandaskan pada undang-undang dasar atau konstitusi negara. Landasan konstitusional ini menunjukkan bahwa perjalanan bangsa ini tidak boleh dikendalikan oleh satu atau beberapa kelompok dominan saja. Oleh karena itu, wacana yang berkembang mengenai kenaikan ambang batas parlemen hingga mencapai angka 6 sampai 7 persen mendapat sorotan kritis dari Ketua Umum PPP tersebut karena dinilai bertentangan dengan semangat kebersamaan tersebut.

Terkait usulan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 6-7 persen tersebut, Mardiono menilai langkah itu sebagai wujud politik yang hanya ingin menang sendiri. Menurut pandangannya, penerapan batas minimal yang sangat tinggi tersebut berpotensi besar hanya akan menguntungkan partai-partai politik berskala besar dan merugikan keberagaman keterwakilan politik. Kebijakan semacam ini dinilai dapat membatasi ruang gerak partai-partai lain yang juga memiliki basis dukungan di masyarakat, sehingga dapat mencederai asas keadilan dalam pemilu.

Baca Juga

Respons Bahlil Soal Fahd Arafiq Jadi Tersangka Korupsi

Respons Bahlil Soal Fahd Arafiq Jadi Tersangka Korupsi

Sebagai dasar argumennya, Mardiono juga memaparkan data mengenai peta perolehan suara nasional. Ia mengingatkan bahwa partai politik yang saat ini berada di luar parlemen memiliki jumlah suara yang tidak bisa diabaikan, yakni mencapai 17 persen dari total suara pemilih. Jumlah 17 persen ini merepresentasikan jutaan suara rakyat yang sah dan harus tetap dihargai hak konstitusionalnya. Oleh karena itu, PPP mendorong agar revisi UU Pemilu tetap mengedepankan prinsip keadilan dan keterwakilan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa adanya monopoli kekuasaan oleh pihak tertentu.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PPPMuhamad Mardiono

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan KetentuannyaNasional 路 25 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap