Jaringan transportasi publik di Jakarta segera diperkuat dengan kesiapan operasional rute LRT Jakarta yang menghubungkan Kelapa Gading hingga Manggarai. Melintasi jalur sepanjang 12,2 kilometer, perjalanan antarkedua kawasan strategis tersebut diperkirakan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Lintasan yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan ini melayani total 11 stasiun pemberhentian. Keseluruhan stasiun tersebut meliputi Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai sebagai titik akhir perpanjangan jalur.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, menyatakan bahwa pengembangan rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai ini turut dibarengi dengan penyempurnaan sarana dan prasarana guna menunjang kenyamanan para pengguna jasa angkutan massal.
Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Fasilitas Inklusif di Sepanjang Jalur
Untuk menunjang kenyamanan penumpang, setiap stasiun pada lintasan ini dilengkapi sejumlah fasilitas layanan publik. Penumpang dapat mengakses pos kesehatan, ruang laktasi bagi ibu menyusui, stasiun pengisian air minum (drinking fountain), mushola terpisah untuk pria dan wanita, serta jajaran kursi tunggu di area peron stasiun.
Aspek perlindungan dan keamanan penumpang juga diakomodasi melalui penyediaan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA). Selain itu, keterjangkauan mobilitas didukung oleh keberadaan lift, eskalator, dan tangga akses guna memastikan layanan transportasi publik yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan dan anak-anak.
Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Penataan Ruang Operasional dan Penghijauan
Pengembangan pada segmen rute Velodrome menuju Manggarai turut mengusung penataan ruang teknis baru. Seluruh ruang dan peralatan fasilitas penunjang operasional kereta kini ditempatkan langsung di dalam area gedung stasiun.
Skema penempatan terintegrasi tersebut membuat infrastruktur operasional tidak lagi menggunakan ruang di median jalan raya seperti sebelumnya. Sebagai hasilnya, area median jalan di sepanjang rute Velodrome-Manggarai dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penambahan area penghijauan perkotaan.






