Emiten produsen gula, PT Aman Agrindo Tbk (GULA), saat ini sedang aktif menjalankan tiga proyek strategis di beberapa wilayah. Langkah ekspansi ini dipimpin langsung oleh Andreas Utomo selaku Direktur Utama perseroan. Ketiga proyek strategis tersebut diharapkan dapat mulai beroperasi secara bertahap pada tahun ini untuk memperkuat posisi perusahaan di industri gula. Dengan adanya proyek-proyek baru ini, arah perkembangan bisnis perseroan menjadi perhatian penting bagi para pelaku industri dan pemegang saham.
Proyek pertama yang sedang dikerjakan oleh PT Aman Agrindo Tbk berlokasi di wilayah Pandeglang, Banten. Di lokasi tersebut, perusahaan sedang melakukan pembangunan pabrik gula baru yang ditargetkan selesai pada kuartal keempat tahun ini. Pabrik baru di Pandeglang ini akan memiliki kapasitas giling yang cukup besar, yaitu mencapai 500 ton tebu per hari. Untuk menunjang pasokan bahan baku secara berkelanjutan, pembangunan pabrik ini didukung oleh pengembangan perkebunan tebu melalui pola inti dan plasma. Target awal untuk lahan perkebunan ini ditetapkan seluas 1.250 hektare, dengan potensi pengembangan lahan yang dapat mencapai hingga 15.000 hektare di masa mendatang.
Selain di Banten, proyek strategis kedua yang sedang dipersiapkan oleh perseroan terletak di Sragen, Jawa Tengah. Di daerah Sragen ini, langkah yang diambil oleh PT Aman Agrindo Tbk adalah mempersiapkan akuisisi terhadap sebuah pabrik gula merah yang saat ini sudah beroperasi. Pabrik gula merah di Sragen tersebut memiliki kapasitas giling sebesar 1.000 ton tebu per hari. Dalam hal penyediaan bahan baku, pabrik di Sragen ini memperoleh seluruh pasokan bahan bakunya secara penuh dari para petani tebu setempat melalui pola plasma. Adapun nilai transaksi untuk merealisasikan akuisisi pabrik gula merah di Sragen ini diperkirakan akan mencapai sekitar Rp350 miliar.
Capaian Kinerja BUMN di Bawah Danantara, Lonjakan Laba dari Sektor Tambang hingga Perbankan

Selanjutnya, proyek strategis ketiga dari emiten berkode saham GULA ini berlokasi di Riau. Di wilayah Riau, perseroan tengah fokus mengembangkan fasilitas pengolahan raw sugar (gula mentah) menjadi gula kristal putih. Fasilitas pengolahan di Riau ini dirancang untuk memiliki kapasitas produksi sebesar 600 ton per hari. Agar pasokan bahan baku untuk fasilitas pengolahan ini tetap terjamin, proyek di Riau ini didukung oleh adanya potensi pengembangan perkebunan tebu dengan luas mencapai 5.140 hektare. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan setelah mulai beroperasi nanti.
Dalam rangka mendukung seluruh rangkaian kegiatan ekspansi dan pembangunan proyek-proyek strategis tersebut, PT Aman Agrindo Tbk memanfaatkan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Proses penawaran umum perdana ini sebelumnya telah dilaksanakan oleh perseroan pada Agustus 2022 yang lalu. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun total dana hasil penawaran umum bersih sebesar Rp50,34 miliar. Dana inilah yang kemudian dialokasikan secara bertahap untuk mendanai berbagai kebutuhan pengembangan usaha dan proyek baru perusahaan.
Arah Kebijakan Investasi Material Maju dan Peran Strategis Danantara

Berdasarkan laporan keuangan dan realisasi penggunaan dana per tanggal 30 Juni 2026, perseroan tercatat telah menggunakan dana IPO sebesar sekitar Rp49,13 miliar. Jumlah dana yang telah direalisasikan tersebut setara dengan sekitar 98 persen dari keseluruhan total dana bersih hasil IPO. Dengan demikian, sisa dana hasil penawaran umum perdana saham yang belum terpakai adalah sebesar sekitar Rp1,22 miliar. Sisa dana ini untuk sementara waktu masih ditempatkan oleh perseroan pada instrumen perbankan. Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk, Andreas Utomo, menjelaskan perkembangan proyek-proyek strategis ini yang diharapkan dapat berjalan sesuai dengan target operasional yang telah ditetapkan oleh perseroan.






