Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada perdagangan Kamis (13/8/2026) menunjukkan penguatan pada pasar saham di tengah pelemahan tipis nilai tukar rupiah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 14,38 poin atau 0,23 persen ke level 6.388,23. Kenaikan ini melanjutkan tren positif pada perdagangan Rabu, saat IHSG ditutup melonjak 105,97 poin atau 1,69 persen ke level 6.373,85 setelah sempat mengalami koreksi tajam pada dua hari sebelumnya. Indeks saham unggulan LQ45 juga dibuka naik 1,44 poin atau 0,23 persen ke posisi 635,28, menindaklanjuti penguatan 8,05 poin atau 1,29 persen ke level 633,84 pada hari sebelumnya. Sementara itu, rupiah dibuka melemah 2 poin atau sekitar 0,01 persen ke level Rp17.879 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.877 per dolar AS, setelah pada Rabu juga mengalami penurunan 16 poin atau 0,09 persen dari level Rp17.861 per dolar AS.
Langkah pertama untuk merespons kondisi pasar saat ini adalah memahami faktor pendorong sentimen domestik dan global. Di pasar domestik, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh perhatian investor terhadap tinjauan indeks MSCI Agustus 2026 dan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyatakan, “Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten.” Dari sisi global, pasar mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, di mana Iran mengajukan syarat melalui mediator untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk penghentian agresi di Lebanon dan Palestina serta pengembalian aset Iran yang dibekukan. Hingga kini, belum ada kesepakatan final antara Washington dan Teheran.
Daftar Calon Gubernur dan Deputi Bank Indonesia Usulan Presiden Prabowo

Langkah kedua adalah mencermati pergerakan saham unggulan dan dampak peninjauan indeks global. Penguatan IHSG ke level 6.388,23 dan indeks LQ45 ke posisi 635,28 pada Kamis pagi menjadi acuan untuk mengevaluasi saham-saham yang masuk dalam portofolio. Pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum kenaikan yang berlanjut dari hari sebelumnya untuk meninjau kembali bobot saham emiten unggulan serta emiten yang berpotensi terpengaruh oleh peninjauan indeks MSCI Agustus 2026.
Langkah ketiga adalah mengantisipasi dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap keputusan investasi dan operasional. Rupiah yang berada di level Rp17.879 per dolar AS setelah mengalami penurunan bertahap dari Rp17.861 ke Rp17.877 per dolar AS pada perdagangan Rabu menunjukkan ketidakpastian yang masih membayangi pergerakan valuta asing. Investor dan pelaku bisnis perlu memperhitungkan potensi kenaikan biaya impor energi jika ketegangan di Selat Hormuz mengganggu pasokan minyak dunia dan memicu kenaikan harga minyak global, yang pada akhirnya dapat menambah tekanan pada rupiah.
Cara Nonton Siaran Langsung Dewata Challenge Series 2026 Gratis di YouTube RANS dan Jadwalnya

Langkah keempat adalah memantau perkembangan kebijakan moneter dan kejelasan kesepakatan geopolitik. Pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menjadi perhatian investor institusi untuk melihat arah kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar keuangan. Di saat yang sama, belum tercapainya kesepakatan final antara Amerika Serikat dan Iran menuntut pelaku pasar untuk tetap berhati-hati dan mendasarkan setiap langkah investasi pada informasi resmi yang terverifikasi.






