Pertanyaan: Apa yang terjadi pada KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura?
Peristiwa kebakaran melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada hari Minggu (2/8). Insiden ini mengharuskan para penumpang berjuang menyelamatkan diri dari kobaran api. Tiga orang di antaranya adalah sopir ekspedisi logistik yang terpaksa melompat ke laut untuk menghindari api yang terus membesar. Kapal tersebut diketahui dioperasikan oleh pihak PT Atosim Lampung Pelayaran dan sedang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar.
Pertanyaan: Bagaimana kronologi awal pelayaran hingga terputusnya komunikasi dengan nakhoda?
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang penumpang ketika musibah terjadi. Kapal tersebut bertolak dari Surabaya dengan tujuan akhir Makassar pada hari Minggu (2/8) dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB. Saat perjalanan memasuki pagi hari, nakhoda kapal sempat memberikan laporan bahwa telah terjadi kebakaran di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga pukul 07.00 WIB. Setelah laporan awal tersebut disampaikan, komunikasi dengan nakhoda terputus sepenuhnya dan pihak kapal tidak dapat dihubungi kembali oleh petugas di darat.
Pertanyaan: Kapan pihak berwenang menerima laporan dan menemukan lokasi kapal?
Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan bahwa informasi awal mengenai kebakaran kapal diterima oleh petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Tim SAR kemudian melakukan berbagai langkah koordinasi. Pada pukul 09.00 WIB, Pos SAR Sumenep berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget. Hasil dari komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB akhirnya memastikan posisi KM Mutiara Sentosa 2. Kapal tersebut dipastikan berada di titik 19 mil laut di sebelah utara Pulau Buruan, Sapudi.
Pertanyaan: Bagaimana kondisi para penumpang dan proses evakuasi di tengah laut?
Kondisi KM Mutiara Sentosa 2 dilaporkan hampir terbakar habis. Situasi ini memaksa para penumpang untuk berkumpul dan bertahan di area anjungan serta haluan kapal. Proses evakuasi tidak berjalan mudah karena kapal evakuasi tidak dapat merapat secara langsung ke lambung KM Mutiara Sentosa 2. Faktor cuaca buruk dan tingginya ombak menjadi kendala utama. Akibatnya, seluruh penumpang harus melompat ke laut untuk bisa menuju ke kapal evakuasi. Seluruh penumpang, termasuk para sopir logistik, dipastikan telah menggunakan alat keselamatan berupa pelampung saat proses evakuasi yang menegangkan tersebut berlangsung.
Pertanyaan: Apa kesaksian dari pihak ekspedisi logistik terkait nasib sopir mereka?
Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Dedi Mardiansyah, seorang perwakilan pihak ekspedisi asal Makassar, menceritakan bahwa perusahaannya memiliki tiga orang sopir yang sedang bertugas membawa dua kendaraan paket berisi logistik berukuran besar di dalam kapal tersebut. Dedi mengaku menerima kabar mengenai insiden kebakaran kapal pada pukul 07.00 pagi saat dirinya sedang berada di bandara. Ia sempat mengalami ketidakpastian selama beberapa jam sebelum akhirnya menerima kabar melegakan. Kepastian bahwa ketiga sopir ekspedisi tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat baru diterima oleh Dedi pada sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB.
Pertanyaan: Berapa jumlah penumpang yang telah berhasil dievakuasi dari insiden ini?
Berdasarkan data yang tercatat hingga hari Minggu malam pukul 21.00 WIB, proses penyelamatan telah mendata ratusan korban. Total sebanyak 236 penumpang KM Mutiara Sentosa 2 telah berhasil dievakuasi dari lokasi kebakaran. Dari jumlah penumpang yang dievakuasi tersebut, rinciannya adalah 231 orang dinyatakan selamat dari insiden, sementara lima orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.






