Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kader Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Graha Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum berujung ricuh pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kericuhan tersebut dipicu oleh langkah massa aksi yang berusaha menerobos masuk ke dalam arena rapat pleno Muktamar NU.
Situasi di sekitar area rapat pleno mulai memanas ketika para pengunjuk rasa mendesak pihak panitia untuk mempertemukan mereka secara langsung dengan Ketua Panitia Muktamar Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Desakan tersebut berlanjut pada ketegangan fisik antara massa aksi dan jajaran pengamanan yang bertugas di lokasi.
Massa Menembus Barikade Banser dan Pintu Pengamanan Kedua
Ketegangan bermula ketika massa kader NU mendatangi area rapat pleno di Gedung Graha Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Massa aksi langsung bergerak merangsek ke arah pintu masuk gedung tempat berlangsungnya agenda sidang.
Dalam dinamika tersebut, rombongan pengunjuk rasa berhasil menembus barikade pengamanan lapis pertama yang dijaga oleh personel Banser. Setelah berhasil melewati hadangan personel Banser di barikade awal, massa terus melangkah maju hingga berhasil melintasi pintu pengamanan kedua di kompleks gedung tersebut.
Mutasi Polri, Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat Daya

Kericuhan di Pintu Terakhir dan Pemukulan Petugas SIGAP
Eskalasi situasi mencapai puncaknya saat massa mencoba mendobrak pintu pengamanan terakhir yang berada tepat di depan gedung serbaguna. Petugas keamanan di lokasi berupaya keras menghalangi gerak laju massa agar tidak masuk ke ruang sidang pleno, yang akhirnya memicu bentrokan dan aksi baku pukul.
Di tengah aksi saling dorong dan baku pukul tersebut, seorang petugas keamanan dari tim SIGAP terkena pukulan di bagian leher saat berusaha menahan posisi pintu. Kendati merasakan sakit akibat hantaman tersebut, petugas dari tim SIGAP itu tetap bertahan di pos pintu pengamanan terakhir untuk mengamankan jalannya rapat pleno dari desakan massa.
Tuntutan Orator terkait Aturan Muktamar dan Penundaan Sidang
Di sela kericuhan di depan pintu masuk gedung, orator aksi yang memegang pelantang suara terus menyuarakan tuntutan kepada jajaran panitia penyelenggara. Orator mendesak panitia untuk segera menghadirkan Gus Ipul selaku Ketua Panitia Muktamar ke hadapan para pengunjuk rasa.
Prabowo Terbang Lagi ke Jombang untuk Penutupan Muktamar NU

Selain menuntut kehadiran Gus Ipul, orator aksi menyampaikan protes keras terhadap aturan muktamar yang dinilai tidak adil. Orator menyebutkan adanya perubahan aturan secara tiba-tiba oleh Pak Nuh yang dianggap merugikan sebagian pihak dan hanya menguntungkan sebagian kelompok tertentu. Atas dasar keberatan tersebut, orator secara tegas meminta agar jalannya sidang pleno diskors hingga Gus Ipul datang menemui massa.
Ketegangan dan Aksi Dorong Bertahan hingga Pukul 14.30 WIB
Hingga pukul 14.30 WIB, ketegangan di area rapat pleno Gedung Graha Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum belum mereda sepenuhnya. Petugas keamanan panitia dan massa aksi demonstrasi terpantau masih terus berhadapan di lokasi kejadian.
Kedua belah pihak masih terlibat dalam aksi saling dorong di depan pintu akses gedung pleno, sementara massa tetap bertahan menanti kepastian tanggapan atas tuntutan mereka terkait penundaan sidang dan kehadiran pimpinan panitia muktamar.






