berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Internasional

Krisis Jalur Pelayaran Global, Memahami Hambatan di Selat Hormuz hingga Terusan Panama

Usat BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Jalur Pelayaran Global, Memahami Hambatan di Selat Hormuz hingga Terusan Panama
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Jalur laut merupakan urat nadi perekonomian global yang sangat vital bagi kelancaran distribusi barang antarnegara. Berdasarkan estimasi yang ada, sekitar 80 persen dari total volume perdagangan barang internasional diangkut melalui jalur laut. Ketika jalur-jalur utama ini terganggu oleh konflik militer maupun ketegangan geopolitik, stabilitas perekonomian dunia langsung terancam. Saat ini, perhatian industri pelayaran dan logistik global terpusat pada beberapa titik rawan yang terus mengalami eskalasi, mulai dari Selat Hormuz, kawasan Laut Hitam, hingga Terusan Panama.

Bagaimana kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz saat ini? Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz saat ini diperkirakan beroperasi hanya pada tingkat setengah dari kapasitas normalnya. Berdasarkan konfirmasi dari perwakilan perusahaan pialang asuransi Gallagher, asuransi risiko perang sebenarnya masih tersedia bagi kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Namun, tarif premi asuransi yang melonjak sangat tinggi membuat hanya sedikit pemilik kapal atau penyewa armada yang bersedia mengambil risiko untuk melintasi selat tersebut. Hal ini menciptakan hambatan logistik yang menjadi perhatian serius bagi para praktisi rantai pasok global, termasuk Kevin O'Marah yang menjabat sebagai Chief Research Officer di Zero100.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Apa langkah mitigasi yang dilakukan oleh perusahaan pelayaran global? Untuk memitigasi berbagai gangguan distribusi di Selat Hormuz, perusahaan pelayaran global mulai aktif mengalihkan rute perjalanan armada mereka. Beberapa alternatif utama yang saat ini digunakan meliputi pengalihan rute melalui jaringan pipa darat di Semenanjung Arab, pemanfaatan jalur darat menuju wilayah Turki, serta strategi membangun cadangan persediaan logistik. Kondisi perairan yang menantang ini turut disoroti oleh Alain Bejjani, seorang eksekutif bisnis dan investor yang berbasis di Dubai. Ia menyatakan bahwa Kawasan Teluk saat ini diapit oleh dua selat yang bermasalah secara bersamaan, yaitu Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Baca Juga

Rincian Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Agustus 2026

Rincian Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Agustus 2026

Apa dampak penutupan Selat Kerch dan perang di Laut Hitam? Penutupan Selat Kerch oleh Rusia pada dasarnya telah mematikan koridor maritim vital yang biasanya digunakan untuk aktivitas pengangkutan komoditas penting seperti minyak mentah, gandum, batu bara, hingga baja. Situasi pelayaran di kawasan ini sangat terganggu oleh perang. David Roche, Presiden dan Pengamat Strategis Global di Quantum Strategy, menilai perang di Laut Hitam dan Laut Azov sebagai ofensif maritim pertama yang dilakukan hampir sepenuhnya menggunakan persenjataan drone dan rudal. Perkembangan situasi keamanan maritim ini terus dipantau secara ketat oleh para ahli, seperti Yevgeniya Gaber yang merupakan Peneliti Senior di Atlantic Council, serta Daejin Lee selaku Kepala Riset Global di Fertistream Freight.

Seberapa besar potensi gangguan ekspor dari kawasan Laut Hitam? Dampak terhadap pasokan komoditas global sangat signifikan mengingat Rusia memproduksi lebih dari seperlima komoditas gandum perdagangan internasional. Quantum Strategy mengestimasi bahwa sekitar 25 persen ekspor gandum Rusia di Laut Hitam berpotensi terganggu akibat konflik yang sedang berlangsung. Selain sektor pangan, sekitar 25 persen hingga 30 persen ekspor minyak Rusia di Laut Hitam juga menghadapi potensi gangguan yang serupa. Di sisi lain, dari pihak Ukraina secara resmi mengklaim bahwa mereka telah berhasil melumpuhkan sekitar sepertiga dari total armada Laut Hitam Rusia sejak tahun 2022.

Baca Juga

Cara Memahami Krisis Imigrasi Cueta dan Prosedur Hukum Pengusirannya

Cara Memahami Krisis Imigrasi Cueta dan Prosedur Hukum Pengusirannya

Mengapa Terusan Panama kini disebut sebagai titik panas geopolitik baru? Meskipun banyak pihak mengkhawatirkan eskalasi di kawasan Timur Tengah, Lars Jensen, Chief Executive Officer Vespucci Maritime, justru mengidentifikasi Terusan Panama sebagai titik panas potensial berikutnya, dan bukan Selat Hormuz. Terusan Panama merupakan jalur strategis yang selama ini berfungsi sebagai penghubung utama antara Samudra Pasifik dan wilayah Atlantik Utara. Saat ini, jalur penting tersebut dilaporkan tengah terjebak dalam perselisihan geopolitik yang kompleks terkait perebutan pengaruh dan kekuasaan antara Amerika Serikat, China, dan Panama.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Selat HormuzTerusan PanamaLaut HitamLogistik GlobalPerdagangan Dunia

Berita Terbaru Lainnya

Rincian Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Agustus 2026Strategi Bank Swasta Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026Fokus Pemeriksaan Tematik BPK untuk Mengawal Ketahanan Energi Nasional Semester II 2026Kinerja Keuangan dan Penjualan Indofood pada Semester Pertama 2026Peran Strategis Terminal LPG Tanjung Sekong dalam Menjaga Pasokan Energi NasionalBGN Setujui Penggunaan Beras Fortifikasi Bulog untuk Program Makan Bergizi GratisLangkah Mudah Memanfaatkan Program Perumahan dan Fasilitas Bebas Pajak di Kota MalangGubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa Atas Prestasi Medali Emas Olimpiade Asia

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap