Jalur laut merupakan urat nadi perekonomian global yang sangat vital bagi kelancaran distribusi barang antarnegara. Berdasarkan estimasi yang ada, sekitar 80 persen dari total volume perdagangan barang internasional diangkut melalui jalur laut. Ketika jalur-jalur utama ini terganggu oleh konflik militer maupun ketegangan geopolitik, stabilitas perekonomian dunia langsung terancam. Saat ini, perhatian industri pelayaran dan logistik global terpusat pada beberapa titik rawan yang terus mengalami eskalasi, mulai dari Selat Hormuz, kawasan Laut Hitam, hingga Terusan Panama.
Bagaimana kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz saat ini? Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz saat ini diperkirakan beroperasi hanya pada tingkat setengah dari kapasitas normalnya. Berdasarkan konfirmasi dari perwakilan perusahaan pialang asuransi Gallagher, asuransi risiko perang sebenarnya masih tersedia bagi kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Namun, tarif premi asuransi yang melonjak sangat tinggi membuat hanya sedikit pemilik kapal atau penyewa armada yang bersedia mengambil risiko untuk melintasi selat tersebut. Hal ini menciptakan hambatan logistik yang menjadi perhatian serius bagi para praktisi rantai pasok global, termasuk Kevin O'Marah yang menjabat sebagai Chief Research Officer di Zero100.








