Wilayah Puncak di Papua Tengah kembali menjadi sorotan akibat konflik bersenjata yang berdampak langsung pada kehidupan warga sipil setempat. Ratusan warga terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka dan kini harus bertahan hidup di posko-posko pengungsian demi menyelamatkan diri dari ancaman keamanan. Situasi memprihatinkan ini diungkapkan secara langsung oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yorrys Raweyai, setelah melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Kunjungan kerja yang menyasar tiga distrik di kawasan Puncak tersebut menyingkap tabir realitas sosial dan kemanusiaan yang dihadapi oleh para pengungsi di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif bagi masyarakat sipil.
Ketegangan yang terjadi di wilayah Puncak, Papua Tengah, bersumber dari konflik keamanan yang terus bergejolak di daerah tersebut tanpa kepastian kapan akan berakhir. Kondisi psikologis masyarakat diperparah oleh bertambahnya jumlah pasukan non-organik secara terus-menerus di wilayah pemukiman warga. Kehadiran personel militer non-organik dalam jumlah besar ini memicu trauma keamanan yang mendalam dan berkepanjangan bagi warga lokal yang mendambakan kedamaian. Akibat rasa takut dan ketidakpastian situasi keamanan yang belum mereda, warga dari berbagai kampung terpaksa mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman. Ketidakstabilan ini membuat mereka kesulitan untuk kembali ke rumah masing-masing, mengingat jaminan keamanan di desa asal mereka belum pulih sepenuhnya.








