PT Bank Maybank Indonesia Tbk, yang dikenal dengan kode emiten BNII, mencatatkan pencapaian kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak atau profit before tax sebesar Rp933 miliar. Pencapaian laba sebelum pajak ini menandakan peningkatan sebesar 21,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya secara tahunan atau year-on-year. Tidak hanya itu, laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali yang diraih oleh Maybank Indonesia juga mengalami kenaikan yang signifikan. Laba tersebut tercatat meningkat sebesar 21,2 persen secara tahunan menjadi Rp698 miliar pada periode yang sama. Peningkatan profitabilitas ini menjadi salah satu indikator utama dari stabilitas operasional bank selama paruh pertama tahun 2026.
Dari sisi neraca dan skala usaha, total aset Maybank Indonesia menunjukkan ekspansi yang kuat. Pada semester I 2026, total aset perseroan mencapai angka Rp213,81 triliun. Nilai aset ini mengalami peningkatan sebesar 15,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan aset ini berjalan beriringan dengan fungsi intermediasi bank yang terus menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor. Total kredit yang disalurkan oleh bank tumbuh sebesar 3,8 persen menjadi Rp126,28 triliun. Secara lebih terperinci, penyaluran kredit pada segmen global banking mencatatkan kenaikan sebesar 5,0 persen hingga mencapai Rp54,98 triliun. Di samping itu, portofolio kredit yang dikelola melalui Community Financial Services juga turut meningkat sebesar 2,9 persen menjadi Rp71,30 triliun.








