Realisasi investasi dan pembangunan infrastruktur di Batam menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang paruh pertama 2026. Di bawah kepemimpinan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, wilayah ini mencatatkan lonjakan penanaman modal sekaligus percepatan pembenahan akses jalan publik.
Berdasarkan perhitungan metode bottom-up BP Batam, nilai investasi di Batam pada semester I-2026 menembus Rp 38,97 triliun. Angka tersebut telah memenuhi 55,67 persen dari target tahunan 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 70 triliun, sekaligus mencatatkan pertumbuhan 62,75 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencatat realisasi investasi Batam pada semester I-2026 mencapai Rp 29,89 triliun. Capaian ini ditopang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 17,80 triliun serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 12,09 triliun.
Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi demi Tekan Biaya Hidup Warga

Masuknya arus modal tersebut berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Sepanjang semester I-2026, jumlah tenaga kerja yang tercatat di Batam mencapai 40.943 orang. Angka ini bertambah 9.964 orang atau naik 32,16 persen jika disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 30.979 orang.
Diversifikasi Sektor dan Pembenahan Infrastruktur Jalan
Untuk mempertahankan daya tarik kawasan, Batam memperluas fokus pengembangan ke berbagai industri strategis. Sektor-sektor yang kini didorong mencakup manufaktur berteknologi tinggi, ekonomi digital, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence), energi, logistik internasional, kedirgantaraan, perdagangan dan keuangan internasional, hingga pariwisata kesehatan.
Sejalan dengan ekspansi ekonomi, pembenahan fasilitas fisik turut dipacu. Per 3 Agustus 2026, sebanyak 12 dari total 19 proyek perbaikan jalan di Batam telah rampung 100 persen. Titik prioritas yang telah diselesaikan meliputi Jalan Gajah Mada di depan Southlink, ruas dekat Jembatan Sei Ladi, jalan di atas Underpass Yos Sudarso, serta akses di kawasan Volex.
Laba Jasa Marga Tembus Rp 1,9 Triliun di Semester I 2026

Proyek konektivitas lain yang sedang berjalan adalah peningkatan Jalan Gajah Mada untuk segmen Landing Point Fly Over鈥揝impang Lalan Madani. Hingga 24 Agustus 2026, progres pekerjaan segmen tersebut telah mencapai 39,194 persen. Jalur ini dirancang untuk diperlebar menjadi dua jalur dengan masing-masing sisi memiliki tiga lajur demi mengurai kepadatan lalu lintas dan mendukung kelancaran logistik perkotaan.
Li Claudia Chandra, yang mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Batam mendampingi Kepala BP Batam, bersama Amsakar Achmad terus mengarahkan pengawasan pada penegakan regulasi, kualitas pelayanan perizinan, dan pemenuhan kebutuhan pembangunan daerah.






