Ancaman gagal panen akibat kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai teratasi setelah pasokan air kembali menjangkau ribuan hektare lahan pertanian. Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian per 29 Agustus 2026, sebanyak 3.233 hektare sawah dari total 3.450 hektare lahan yang terdampak fenomena El Nino di wilayah tersebut telah berhasil dialiri air kembali.
Upaya penanganan cepat ini menyelamatkan tanaman padi yang sedang berada pada fase pertumbuhan kritis, sementara sisa 217 hektare lahan lainnya kini masih berada dalam proses penanganan intensif di lapangan.
Bagaimana Upaya Pengairan Menyelamatkan Lahan di Lamongan?
Kementerian Pertanian mencatat bahwa pemulihan pasokan air di kawasan persawahan Lamongan bersumber dari dua intervensi teknis utama, yaitu optimalisasi sistem pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi.
Mutasi Polri, Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat Daya

Langkah pompanisasi difokuskan untuk menyedot serta mendistribusikan cadangan air terdekat ke petak-petak sawah yang mulai mengering. Di saat yang sama, pembersihan dan pengerukan saluran irigasi dilakukan guna memperlancar debit aliran air menuju titik-titik persawahan yang sebelumnya terhambat sedimentasi atau penyumbatan.
Bagaimana Rincian Penanganan di Tujuh Kecamatan Terdampak?
Sebaran penanganan kekeringan ini mencakup tujuh kecamatan di Lamongan dengan variasi usia tanaman dan tingkat pemulihan yang berbeda:
- Kecamatan Kalitengah: Mencatatkan pemulihan terluas, yakni seluruh 1.855 hektare lahan terdampak dengan usia tanaman 0 hingga 40 hari setelah tanam (HST) telah tertangani sepenuhnya lewat kombinasi normalisasi saluran dan pompanisasi.
- Kecamatan Karang Binangun: Seluruh 248 hektare tanaman padi usia 30 hingga 40 HST telah tuntas dialiri air.
- Kecamatan Sukodadi: Sebanyak 50 hektare sawah berumur 25 hingga 30 HST berhasil dipulihkan 100 persen.
- Kecamatan Glagah: Seluruh 15 hektare tanaman padi berumur 46 hingga 60 HST telah teraliri secara menyeluruh.
- Kecamatan Dekat: Dari total 397 hektare tanaman padi usia 40 hingga 45 HST, seluas 380 hektare telah teraliri air, menyisakan 17 hektare dalam pengerjaan.
- Kecamatan Sugio: Dari luas 94 hektare lahan berumur 25 hingga 45 HST, sebanyak 63 hektare telah menerima pasokan air dan 31 hektare sisanya masih berproses.
- Kecamatan Turi: Menjadi wilayah dengan beban sisa penanganan terbesar. Dari 791 hektare tanaman usia 0 hingga 45 HST yang terdampak, 622 hektare telah berhasil dialiri, sedangkan 169 hektare lainnya masih memerlukan penanganan lanjutan.
Apa Langkah Lanjutan untuk 217 Hektare Lahan yang Tersisa?
Fokus tim lapangan saat ini diarahkan untuk menuntaskan sisa 217 hektare sawah yang belum teraliri secara optimal, khususnya yang tersebar di Kecamatan Turi dan Sugio.
Gempa NTT, Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam |Republika Online

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Arief Cahyono, menyampaikan bahwa progres pengairan 3.233 hektare ini mencerminkan gerak cepat petugas di lapangan. Pihaknya memastikan pengawalan terus berjalan agar sisa luasan terdampak dapat segera terairi secara penuh.
Secara kebijakan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah mitigasi kekeringan akibat El Nino telah disiapkan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui serangkaian program penguatan sektor pertanian. Untuk memastikan seluruh sisa sawah di Lamongan terselamatkan, Kementerian Pertanian terus memperkuat koordinasi bersama Penjabat Gubernur Jawa Timur serta Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan.






