Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan 50 tenda yang difungsikan sebagai ruang kelas sementara bagi para siswa dan guru terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Distribusi bantuan fasilitas darurat tersebut dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 30 tenda dikirim dari lokasi penyimpanan di Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Pengiriman awal ini juga membawa 1.000 paket perlengkapan keluarga (family kit), 200 paket perlengkapan sekolah umum, dan 2.000 paket perlengkapan sekolah jenjang SMA/SMK untuk memenuhi kebutuhan warga pendidikan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Pada tahap kedua, 20 tenda tambahan dikirim dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang. Tenda-tenda ini dialokasikan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar darurat di Kabupaten Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Selain ruang kelas sementara, Kemendikdasmen menyiapkan dukungan konektivitas internet menggunakan perangkat Starlink bagi daerah yang mengalami gangguan jaringan komunikasi dan aliran listrik.
Pohon Tua di Pandanaran Semarang Tumbang, 2 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan data per 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak oleh guncangan gempa di NTT. Jumlah tersebut terdiri atas 199 fasilitas PAUD/TK, SD, SMP, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta 54 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB. Kerusakan paling parah berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 104 satuan pendidikan terdampak, diikuti Kabupaten Manggarai Barat dengan 52 satuan pendidikan. Bencana ini juga mengakibatkan tiga korban jiwa dari kalangan warga sekolah, yakni dua orang siswa dan seorang guru.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pihak sekolah untuk menghentikan kegiatan belajar di ruang kelas yang rusak dan mengalihkan proses pembelajaran ke area aman atau tenda darurat. Pendataan di lapangan saat ini dipusatkan melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK).
Cerita Kepanikan Penghuni Dapat Kabar Apartemen Pavilion Kebakaran di Tanah Abang

Kemendikdasmen juga terus berkoordinasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan, menyiapkan layanan dukungan psikososial bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), serta memprioritaskan pembersihan fasilitas sekolah yang masih layak digunakan.






