Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kesiapsiagaan personel relawan kebencanaan menyusul tingginya frekuensi peristiwa kebakaran di berbagai daerah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah untuk periode 1 Januari hingga 30 Agustus 2026, wilayah Jateng mencatat total 615 kejadian kebakaran.
Akumulasi tersebut terdiri atas 282 insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta 333 kejadian kebakaran gedung dan permukiman warga.
Kemendikdasmen Bangun Puluhan Tenda untuk Sekolah Darurat di NTT

Penguatan kompetensi relawan ditandai melalui agenda Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memimpin kegiatan tersebut mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa program pembekalan ini diikuti sekitar 150 peserta terpilih yang mewakili berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pelatihan teknis penanganan kebencanaan ini melibatkan instruktur dari Basarnas dengan fokus pembekalan utama pada Urban Search and Rescue (Urban SAR).
Pohon Tua di Pandanaran Semarang Tumbang, 2 Orang Meninggal Dunia

Terkait peta kerawanan, Bergas memaparkan bahwa sebagian besar insiden kebakaran di Jawa Tengah didominasi oleh area pertanian maupun perkebunan yang dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error). Untuk meminimalkan dampak meluas, BPBD mengoptimalkan pemantauan titik panas (hotspot) di seluruh wilayah agar penanganan pemadaman dapat dilakukan secara cepat bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran (Damkar) setempat.






