Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah resmi mengusulkan sebanyak 375 formasi untuk perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Pengusulan formasi tersebut disiapkan untuk mengisi kebutuhan aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama di daerah. Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, Yusi Abdhian, menyampaikan bahwa usulan kebutuhan formasi ASN ini diharapkan mampu menjawab tuntutan operasional dan tugas pokok instansi keagamaan di wilayah Kalimantan Tengah.
Secara lebih rinci, alokasi 375 usulan formasi CPNS dari Kanwil Kemenag Kalteng tersebut mencakup 140 formasi untuk posisi guru, 121 formasi untuk penyuluh agama, 56 formasi untuk jabatan penghulu, serta 58 formasi lainnya untuk formasi jenis lain. Pengusulan seluruh alokasi formasi tersebut disusun sesuai dengan arahan resmi dari pusat, yakni berdasarkan Surat Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor B-015568/B.II/KP.00.1/03/2026 tertanggal 25 Maret 2026 perihal Pembahasan Pengusulan Formasi ASN Kementerian Agama Tahun Anggaran 2026.
Usulan penambahan pegawai baru tersebut didasarkan pada kondisi satuan kerja di lingkungan Kemenag Kalteng yang masih mengalami kekurangan pegawai. Yusi mengakui bahwa instansinya mengalami keterbatasan sumber daya manusia yang bertugas sebagai guru madrasah, penyuluh agama, dan penghulu. Kekurangan tenaga pendidik di madrasah serta petugas bimbingan keagamaan dan kepenghuluan tersebut menjadi alasan utama diajukannya usulan formasi CPNS 2026 guna menjaga kesinambungan fungsi pelayanan dan pendidikan keagamaan.
Jadwal Pengumuman Hasil dan Mekanisme Seleksi Kompetensi Bidang SKB CPNS BKN Lengkap dengan Aturan Kelulusan

Dalam lanskap kebijakan nasional, Buku Nota Keuangan II Tahun 2026 mencatat bahwa formasi ASN untuk tahun 2026 akan menerapkan kebijakan zero growth dan minus growth. Kendati demikian, peluang pengadaan pegawai baru masih terbuka karena KemenPAN-RB mencatat masih terdapat lebih dari 600 ribu formasi dari tahun 2024 yang belum sepenuhnya terisi. Selain Kementerian Agama, instansi pemerintah lain seperti Kementerian Keuangan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut memberikan sinyal positif untuk membuka lowongan CPNS 2026. Kementerian Keuangan bahkan merencanakan pembukaan formasi bagi lulusan SMA untuk ditempatkan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Terkait penetapan jadwal, hingga awal Desember 2025 belum ada pengumuman resmi mengenai pembukaan seleksi CPNS 2026, baik dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Hal tersebut dikarenakan pemerintah masih memusatkan perhatian pada penyelesaian seluruh tahapan seleksi CASN 2024, termasuk penuntasan pengangkatan PPPK paruh waktu. Pembahasan teknis serta koordinasi mengenai kuota dan mekanisme seleksi CPNS 2026 baru akan dilanjutkan setelah seluruh rangkaian tahapan tahun 2024 selesai dilaksanakan.
Ketentuan dan Prosedur Pemberkasan Penetapan NIP PPPK Guru dan Tenaga Teknis

Mengenai prosedur pendaftaran, rangkaian seleksi formasi CPNS Kemenag akan dilangsungkan secara daring melalui portal resmi SSCASN. Para calon pelamar perlu memperhatikan kesiapan data kependudukan dengan memastikan bahwa data diri pada identitas KTP sudah resmi terdaftar dan sinkron dengan data Dukcapil. Bagi pelamar yang telah memenuhi persyaratan administrasi, tahapan ujian SKD akan diselenggarakan secara online menggunakan sistem CAT BKN dengan materi ujian yang mencakup Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), yang selanjutnya diteruskan dengan pelaksanaan SKB.






