Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengonfirmasi sebanyak 11 kabupaten dan kota di Bumi Anoa telah resmi menetapkan status darurat bencana kekeringan menyusul meluasnya dampak kemarau panjang di berbagai wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa penetapan status darurat tersebut memberikan payung regulasi untuk percepatan penanggulangan, termasuk mempermudah akses pemanfaatan pos dana Belanja Tidak Terduga (BTT) di tingkat daerah. Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses penanganan bencana ini dapat diselesaikan dalam dua pekan ke depan.
Prabowo Kunjungi Nagekeo NTT, Wilayah Terparah yang Dilanda Gempa

Berdasarkan data Distanak Sultra, kekeringan memberikan tekanan nyata pada sektor pertanian lokal. Luas lahan persawahan yang terdampak krisis air tercatat terus meluas dari 2.846 hektare menjadi 3.041,55 hektare. Untuk mengantisipasi risiko puso atau gagal panen, Pemprov Sultra telah menyiapkan langkah mitigasi intensif yang difokuskan pada 179,6 hektare tanaman padi.
Kemenkes, 105 Orang Tewas, 1.672 Luka-luka Akibat Gempa di NTT

Kondisi krisis air di Sulawesi Tenggara ini berlangsung di tengah fenomena iklim berskala luas. Secara nasional, sebanyak 76,5 persen wilayah Indonesia tercatat telah memasuki musim kemarau yang diperparah oleh pengaruh El Ni帽o yang sangat kuat.






