Pascakebakaran yang menghanguskan permukiman di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, bantuan kemanusiaan mulai disalurkan bagi warga terdampak. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Danantara Indonesia menyalurkan kebutuhan pokok untuk sekitar 320 warga dari tiga dusun yang kehilangan tempat tinggal dan sarana usaha.
Peristiwa kebakaran tersebut berdampak luas terhadap kawasan cagar budaya Sasak. Sebanyak 167 aset bangunan dilaporkan terdampak, mencakup 75 rumah adat, 69 artshop, delapan lumbung alang, fasilitas umum, hingga sejumlah berugak dan bangunan adat. Kobaran api juga merusak berbagai peralatan seni dan benda pusaka yang menjadi warisan leluhur masyarakat setempat.
WNA Australia Mesum di Halaman Rumah Warga Bali Ditangkap

Untuk meringankan beban warga, penanganan darurat digerakkan melalui sinergi BUMN yang didukung Danantara Indonesia dan dipusatkan di posko penanganan bencana. Bantuan diserahkan secara langsung pada Senin (24/8) di Posko KMDP Rembitan oleh Branch Manager BTN Kantor Cabang Mataram Hendra Jaya Putra bersama Operation Manager Maman Sagita kepada Kepala Desa Rembitan Lalu Minaksa.
Paket bantuan yang disalurkan BTN meliputi perlengkapan tidur, air minum, pasokan bahan pangan, perlengkapan ibadah, serta kebutuhan hidup sehari-hari. Sejumlah BUMN lain yang tergabung dalam posko bersama turut melengkapi pasokan logistik berupa sembako tambahan serta kebutuhan khusus perempuan dan bayi.
Zulhas Sebut Ada Sejumlah Daerah Masuk Kategori Darurat Sampah

Corporate Secretary BTN Ramon Armando menyampaikan bahwa keterlibatan perseroan dan ekosistem BUMN merupakan bentuk respons cepat terhadap kedaruratan di daerah bencana. Mengingat posisi Desa Adat Sade sebagai bagian penting dari kehidupan dan warisan budaya masyarakat Sasak, kehadiran bantuan tanggap darurat ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak para korban selama masa pemulihan.






