Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan dampak luas terhadap keselamatan warga dan fasilitas layanan publik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 105 orang meninggal dunia dan 1.672 orang mengalami luka-luka akibat guncangan gempa yang melanda tujuh kabupaten.
Berdasarkan data Kemenkes, korban luka terdiri atas 1.287 orang dengan luka ringan yang menjalani rawat jalan, serta 385 orang mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan inap. Korban meninggal dunia tercatat tersebar di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, dan Ngada. Secara keseluruhan, sekitar 1,91 juta warga terdampak oleh bencana ini, dengan lebih dari 185 ribu orang kini bertahan di 444 titik pengungsian. Sebanyak lima warga negara asing yang sempat terdampak dilaporkan telah kembali ke negara asal masing-masing.
Prabowo Pimpin Rakor Penanganan Gempa NTT di Nagekeo

Kondisi di lapangan menunjukkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi masalah kesehatan paling dominan, dengan total 9.668 kasus teridentifikasi di tujuh kabupaten terdampak. Selain itu, ditemukan 35 kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Nagekeo, di mana seluruh korban telah memperoleh suntikan vaksinasi.
Kerusakan fisik bangunan rumah sakit di Nagekeo yang mengalami retak-retak memaksa pelayanan kesehatan dialihkan ke rumah sakit lapangan berbasis tenda di Aeranamo. Rumah sakit lapangan serupa juga didirikan di RSUD Ruteng, Manggarai. Fasilitas darurat ini telah melakukan tindakan operasi terhadap delapan pasien, sementara lima pasien lainnya ditangani di wilayah Manggarai Timur.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Tiga Daerah Terdampak Gempa Flores

Guna menjamin kelancaran layanan medis selama 14 hari ke depan di puskesmas maupun rumah sakit, mobilisasi sumber daya manusia kesehatan telah mencapai 392 personel dari unsur Kemenkes, relawan mandiri, organisasi profesi, LSM, pemerintah daerah, dan akademisi. Sebanyak 207 tenaga kesehatan diberangkatkan pada Senin (24/8)鈥攖ermasuk 122 orang asal Jakarta鈥攄isusul 78 personel tambahan ke lokasi. Seluruh alur penanganan darurat dikendalikan melalui posko Health Emergency Operation Center (HEOC) di Kupang serta di tujuh kabupaten terdampak.






