Kebakaran yang melanda tempat pemrosesan akhir (TPA) liar di wilayah Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, belum sepenuhnya padam sejak peristiwa pertama kali terjadi pada Jumat (28/8). Meski kobaran api besar di permukaan sudah tidak terlihat, asap tebal masih terus mengepul dari bawah tumpukan sampah.
Untuk mengatasi kendala bara yang terpendam, petugas gabungan mengerahkan satu unit ekskavator bersama empat unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto menyatakan bahwa penanganan saat ini difokuskan pada penguraian material sampah yang masih menyimpan bara api. Penurunan alat berat dilakukan setelah pihak kepolisian berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat.
Geger Mantan Menteri Diam-Diam Jualan Beras di Glodok, Keluarga Kaget

"Alat berat fungsinya mengurai atau membuka tumpukan sampah, sehingga nanti damkar bisa memadamkan api tepat di titik api tersebut," kata Hari saat dihubungi, Minggu (30/8/2026). Hari menambahkan, pihaknya juga berupaya menambah unit alat berat agar proses pembongkaran timbunan sampah dapat berlangsung lebih cepat.
Petugas Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Serang, Anton, mengonfirmasi bahwa penyemprotan dilakukan secara intensif sejak malam hingga pagi hari dengan menerjunkan empat armada damkar ke area kebakaran.
CT ARSA Foundation Dukung Satgas Karhutla Kalteng, Bagi 8.000 Masker

Berdasarkan keterangan Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, operasi pemadaman menghadapi dua tantangan utama di lapangan, yakni keterbatasan akses sumber air dan kedalaman titik bara api. Pusdalops mencatat titik api berada di dalam timbunan sampah dengan kedalaman sekitar 3 hingga 7 meter dari permukaan, sehingga pembongkaran fisik menggunakan ekskavator menjadi satu-satunya cara efektif untuk menjangkau sumber api.






