berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Kebakaran Lahan Hanguskan 30 Hektare Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani

Sri NugrohoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 14.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran Lahan Hanguskan 30 Hektare Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menghadapi musibah kebakaran hutan pada hari Jumat (7/8). Kobaran api dilaporkan melahap area vegetasi yang berbatasan langsung dengan lahan garapan milik warga setempat. Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari petugas dan masyarakat sekitar guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas di salah satu destinasi alam terpenting di Indonesia tersebut. Laporan awal mengenai munculnya titik api pertama kali diterima pihak pengelola kawasan dari warga pada sore hari, yang kemudian segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim penanganan ke lokasi kejadian.

Di mana lokasi spesifik kebakaran dan bagaimana awal mula peristiwa ini terdeteksi?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
Pertanyaan mengenai titik awal kebakaran menjadi hal krusial dalam upaya pemetaan dampak. Berdasarkan data yang dihimpun, titik panas atau hotspot terdeteksi berada di wilayah perbatasan antara kawasan inti Taman Nasional Gunung Rinjani dengan area perkebunan atau kebun milik masyarakat. Secara administratif dan geografis, titik kebakaran tersebut berlokasi di wilayah Maletan, mengarah menuju ke kawasan Bukit Tiga. Laporan mengenai keberadaan api pertama kali disampaikan oleh masyarakat setempat yang melihat kepulan asap. Pihak pengelola Balai TNGR menerima laporan resmi dari warga ini pada hari Jumat (7/8) sore hari, tepatnya sekitar pukul 16.48 WITA. Laporan cepat dari warga ini menjadi kunci penting bagi petugas untuk segera menentukan titik koordinat dan mempersiapkan langkah pemadaman darurat.

Berapa luas area yang terbakar dan apa saja faktor yang menyulitkan proses pemadaman?

Baca Juga

Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi dan Detail Laporan Kegempaan Terbaru BPPTKG

Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi dan Detail Laporan Kegempaan Terbaru BPPTKG

Kebakaran yang terjadi pada hari Jumat sore tersebut dilaporkan telah menghanguskan area yang cukup luas dalam waktu relatif singkat. Berdasarkan estimasi dan pemantauan awal dari pihak pengelola taman nasional, luas kawasan TNGR yang dilalap oleh si jago merah mencapai sekitar 30 hektar. Proses pemadaman di lapangan tidak berjalan dengan mudah karena tim pemadam harus menghadapi kondisi lapangan yang menantang. Salah satu kendala utama yang dihadapi oleh petugas gabungan saat berupaya melokalisasi api adalah keberadaan semak-semak belukar yang kering di sekitar lokasi kejadian. Kondisi vegetasi berupa semak belukar ini menyebabkan kobaran api merambat dan menyebar dengan sangat cepat ke berbagai arah, sehingga menyulitkan tim untuk melakukan pemadaman secara instan.

Bagaimana upaya pemadaman dilakukan dan kapan api akhirnya berhasil dikendalikan?

Setelah menerima laporan dari masyarakat pada sore hari, sebuah tim gabungan segera dikerahkan menuju lokasi kebakaran di wilayah Maletan menuju Bukit Tiga. Setibanya di lokasi, tim gabungan menemukan adanya tiga titik api aktif yang sedang membakar vegetasi di area tersebut. Untuk memadamkan kebakaran ini, petugas menggunakan berbagai peralatan pemadam, mulai dari pompa air, racun api (alat pemadam api ringan), hingga parang untuk membuat sekat bakar atau memutus jalur rambatan api pada semak belukar. Melalui kerja keras tim gabungan yang berlangsung hingga larut malam, upaya pemadaman akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api di kawasan TNGR tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari Sabtu sekitar pukul 01.30 dini hari.

Apa penyebab utama dari kebakaran yang melanda kawasan Gunung Rinjani ini?

Baca Juga

Cara Berkolaborasi Menjaga Keamanan dan Ketertiban Jakarta demi Indonesia yang Kuat

Cara Berkolaborasi Menjaga Keamanan dan Ketertiban Jakarta demi Indonesia yang Kuat

Hingga saat ini, penyebab pasti di balik terjadinya kebakaran lahan seluas 30 hektar tersebut masih belum dapat diidentifikasi secara pasti. Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menjelaskan bahwa pihak otoritas terkait belum bisa memastikan apa yang menjadi pemicu utama munculnya titik api di perbatasan kawasan inti dan kebun warga tersebut. Terdapat ketidakpastian apakah kebakaran ini dipicu oleh faktor aktivitas manusia di sekitar perbatasan lahan atau murni disebabkan oleh faktor alam, seperti cuaca kering yang ekstrem. Penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan penyebab pastinya, dan pihak pengelola mengimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi sebelum ada hasil investigasi resmi.

Apa langkah selanjutnya yang direncanakan oleh pihak pengelola TNGR setelah api padam?

Meskipun tim pemadam kebakaran telah memastikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi titik api aktif yang menyala di area terdampak, langkah antisipasi tetap terus berjalan. Pihak pengelola TNGR telah merencanakan tindakan lanjutan untuk mengamankan area bekas kebakaran tersebut. Pada hari Sabtu pagi, sebuah tim dijadwalkan kembali bergerak menuju ke lokasi kebakaran untuk melakukan proses mopping up atau pembersihan sisa-sisa bara api. Langkah mopping up ini sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa api benar-benar telah padam sepenuhnya hingga ke bagian terdalam tanah atau tunggul kayu, guna mencegah potensi munculnya kembali titik api baru akibat tiupan angin atau suhu panas yang masih tersimpan di area bekas kebakaran tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KebakaranNusa Tenggara BaratGunung RinjaniTaman Nasional Gunung RinjaniLombok

Berita Terbaru Lainnya

Coco Gauff Tundukkan Maria Sakkari di Toronto, Tembus Babak 16 BesarPerkembangan Aktivitas Gunung Merapi dan Detail Laporan Kegempaan Terbaru BPPTKGCara Berkolaborasi Menjaga Keamanan dan Ketertiban Jakarta demi Indonesia yang KuatPemerintah Matangkan Pembaruan Buku Pelajaran Nasional atas Arahan PresidenKebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dan Proses PenanganannyaKAI dan Investor Asing Lirik Proyek Kereta Trans Sumatra serta Trans KalimantanPermintaan Pohon Pinang di Tangerang Melonjak Menjelang HUT ke-81 RIKebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis Jakarta Pusat Berhasil Dipadamkan, Data Pemprov Dipastikan Aman

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap