Keterisian tempat tidur di instalasi gawat darurat (IGD) hingga ruang perawatan anak di sejumlah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan penuh menyusul lonjakan kasus influenza dalam sepekan terakhir.
Lonjakan pasien tersebut salah satunya terjadi di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. Direktur Utama RS Husada Utama dr Didi Dewanto mengonfirmasi bahwa bangsal anak maupun IGD di fasilitas kesehatannya kini dalam kondisi terisi penuh.
Untuk mengatasi membludaknya pasien yang didominasi anak-anak, manajemen rumah sakit terpaksa menambah kapasitas ruang rawat inap dan mengalihkan pasien antarlantai. Dalam satu lantai perawatan, tercatat penanganan mencapai 44 pasien. Selain anak-anak, sejumlah pasien dewasa juga dilaporkan jatuh sakit akibat gejala serupa.
Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Mengenai jenis virus pemicu lonjakan, pihak rumah sakit menyatakan belum dapat memastikan varian spesifiknya karena masih menunggu hasil uji laboratorium. Masyarakat diimbau untuk terus menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengenakan masker saat beraktivitas, serta mempertimbangkan vaksinasi influenza sebagai langkah pencegahan.
Kondisi berbeda terlihat di rumah sakit rujukan tipe A. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya dr Martha Siahaan menyampaikan bahwa fasilitasnya belum mencatatkan lonjakan pasien yang signifikan. Menurutnya, pasien influenza pada umumnya lebih banyak mengakses fasilitas kesehatan tingkat pertama atau rumah sakit kelas di bawahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh menyebut kenaikan kasus demam belakangan ini masih tergolong wajar, dipengaruhi oleh faktor perubahan cuaca dan tingginya aktivitas masyarakat.
Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Billy menjelaskan bahwa mayoritas pasien influenza saat ini hanya memerlukan layanan rawat jalan tanpa kebutuhan perawatan intensif. Pasien yang dirujuk untuk rawat inap di rumah sakit difokuskan bagi mereka yang membutuhkan intervensi medis lanjutan, seperti penderita dengan gangguan pernapasan berat.
Dinkes Kota Surabaya terus memantau ketersediaan tempat tidur dan kesiapan tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan. Warga diimbau untuk tetap tenang, cermat menyaring informasi, serta memanfaatkan puskesmas terdekat untuk pemeriksaan awal jika mengalami gejala demam.






