Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dijadwalkan merapat di Thailand pada pekan depan dengan membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir. Kedatangan armada raksasa ke negara tetangga Indonesia ini dilakukan sebagai agenda istirahat dan rekreasi bagi para personel militer setelah menjalani misi pelayaran yang sangat panjang di lautan lepas.
Persinggahan ini menandai jeda pertama bagi para prajurit setelah kapal tersebut mengarungi lautan tanpa bersandar di pelabuhan mana pun selama lebih dari 250 hari. Menurut anggota parlemen dari Partai Demokrat di Washington, durasi operasi tanpa henti seusai pengerahan di kawasan Timur Tengah tersebut telah mencatatkan rekor modern untuk hari berturut-turut sebuah kapal berada di perairan terbuka.
USS Abraham Lincoln awalnya bertolak dari San Diego pada 21 November 2025 dengan estimasi penugasan selama enam bulan. Namun, jadwal operasional membengkak hingga melampaui sembilan bulan, dengan satu-satunya catatan persinggahan pelabuhan sebelumnya hanya berlangsung di Guam pada pertengahan Desember tahun lalu.
Ini Video TV Iran yang Ancam Bunuh Putra Trump Baron-Imbalan Rp 177 M

Pengerahan berkepanjangan ini sempat memicu tekanan politik di Washington. Sebanyak 15 senator AS meminta pertanggungjawaban Menteri Pertahanan Pete Hegseth atas laporan yang menyebut adanya krisis persediaan makanan dan air bersih, kerusakan fasilitas pipa saluran, kelelahan akut, hingga masalah kesehatan mental di atas kapal. Menanggapi gelombang kritik tersebut, Menhan Hegseth menepis laporan penurunan kelayakan fasilitas kapal dan menyebut informasi itu sebagai kekeliruan. Di sisi lain, pernyataan bernada tajam dari Presiden AS Trump terkait misi ini juga menuai kekecewaan dari kalangan keluarga militer.
Kabar mengenai rencana pendaratan di Thailand pertama kali terungkap melalui pesan singkat anggota kru kepada keluarga mereka yang dibagikan kepada USA Today. Seorang pejabat Thailand mengonfirmasi rencana kedatangan pasukan tersebut untuk beristirahat. Meski kepastian tanggal dan pelabuhan belum diumumkan secara terbuka, kapal induk militer AS biasanya memanfaatkan fasilitas dermaga di kawasan Sattahip, Chon Buri.
Pertamina Eco RunFest Bawa Inisiatif Keberlanjutan & Nol Jejak Sampah

Hingga saat ini, pihak Angkatan Laut AS menolak memberikan konfirmasi detail mengenai kunjungan tersebut dengan pertimbangan keamanan operasional militer, sementara Angkatan Laut Kerajaan Thailand belum memberikan pernyataan resmi.






