berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Internasional

Jejak Ratusan Ribu Alutsista Ukraina yang Hilang dan Ancaman Mafia Cosa Nostra

Sri NugrohoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 04.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jejak Ratusan Ribu Alutsista Ukraina yang Hilang dan Ancaman Mafia Cosa Nostra
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kelompok kejahatan terorganisasi asal Italia, Cosa Nostra, yang juga dikenal luas oleh publik sebagai Mafia Sisilia, dilaporkan tengah berupaya membeli sebagian dari persenjataan yang hilang di Eropa. Berdasarkan laporan yang beredar, terdapat sekitar 800.000 pucuk senjata api dan alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang hilang atau dicuri dari wilayah Ukraina sejak tahun 2022. Angka kehilangan persenjataan militer ini menjadi sorotan utama internasional setelah surat kabar Italia, Il Fatto Quotidiano, mempublikasikan data yang sangat spesifik mengenai situasi tersebut. Surat kabar Italia tersebut melaporkan bahwa sebanyak 780.465 unit persenjataan yang sebelumnya dikirim ke Ukraina kini telah dinyatakan raib tanpa jejak yang jelas. Tren hilangnya pasokan militer ini terus berlanjut secara signifikan hingga beberapa tahun setelahnya. Data lebih lanjut menunjukkan bahwa sekitar 149.000 unit senjata di antaranya telah hilang hanya dalam kurun waktu lima bulan pertama pada tahun 2026.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Upaya Cosa Nostra untuk menguasai sebagian dari ratusan ribu senjata militer yang hilang tersebut telah memicu peringatan keras dari penegak hukum di Italia. Kepala Jaksa Palermo, Maurizio de Lucia, secara terbuka menyatakan bahwa kelompok kriminal Cosa Nostra telah mendapatkan akses ke sejumlah persenjataan yang sangat berbahaya. Maurizio de Lucia merinci lebih lanjut bahwa Mafia Sisilia tersebut kini telah memiliki akses langsung ke senapan serbu jenis AK-47 serta berbagai bahan peledak berdaya ledak tinggi. Lebih mengkhawatirkan lagi, Maurizio de Lucia mencatat bahwa kelompok kejahatan terorganisasi ini tidak hanya mengincar senjata api konvensional, tetapi juga mencoba memperoleh senjata yang jauh lebih canggih. Salah satu target utama dari kelompok kriminal tersebut adalah drone pembuat ranjau. Kepala Jaksa Palermo tersebut dengan tegas memperingatkan bahwa otoritas keamanan Italia saat ini dalam kondisi tidak siap untuk menghadapi sistem senjata canggih semacam itu.

Baca Juga

Kronologi Kerusuhan Antarkelompok di Nepal yang Menewaskan Tiga Orang

Kronologi Kerusuhan Antarkelompok di Nepal yang Menewaskan Tiga Orang

Peredaran senjata api dan alutsista yang hilang ini menghadirkan tantangan penegakan hukum yang sangat besar bagi otoritas keamanan di seluruh benua Eropa. Aparat penegak hukum Eropa dilaporkan terus mengalami kesulitan yang signifikan dalam melacak arus peredaran persenjataan tersebut di pasar gelap. Kendala utama yang dihadapi oleh kepolisian Eropa adalah kurangnya transparansi informasi dari negara-negara penyumbang bantuan militer. Pemerintah negara-negara Barat diketahui dengan sengaja merahasiakan rincian pengiriman militer mereka ke Ukraina, sehingga menyulitkan proses pelacakan ketika senjata-senjata tersebut hilang. Padahal, masalah penyelundupan senjata ini sudah terdeteksi dan dilaporkan sejak awal konflik. Pada tahun 2022, Europol telah melaporkan adanya aktivitas penyelundupan senjata secara ilegal ke wilayah Uni Eropa. Laporan tersebut diperkuat oleh konfirmasi dari sejumlah negara anggota. Negara-negara seperti Finlandia, Denmark, Swedia, Belanda, dan Spanyol secara resmi mengonfirmasi bahwa senjata pasokan untuk Kiev telah sampai ke tangan kriminal lokal di wilayah mereka.

Situasi hilangnya ratusan ribu unit senjata militer ini turut mendapat tanggapan tajam dan peringatan dari pihak Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memberikan pernyataan resmi terkait menyebarnya pasokan militer tersebut ke berbagai jaringan pasar gelap. Maria Zakharova menyatakan bahwa Moskow sebenarnya telah lama memperingatkan bahwa senjata Barat yang dikirim ke Kiev akan menyebar melalui pasar gelap. Ia menekankan bahwa peredaran senjata ilegal tersebut pada akhirnya akan berbalik mengancam keamanan negara-negara Eropa sendiri. Dalam penjelasannya mengenai penyebab utama hilangnya alutsista tersebut, Zakharova menyatakan bahwa sebagian senjata yang dipasok ke Kiev tidak pernah sampai ke tujuan akhir di medan pertempuran. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia tersebut, kegagalan pengiriman senjata ke tujuan akhir ini terjadi secara langsung akibat adanya praktik korupsi.

Baca Juga

Kebakaran Hutan di Mugla Turki, Evakuasi Ratusan Warga dan Dampak Perubahan Iklim

Kebakaran Hutan di Mugla Turki, Evakuasi Ratusan Warga dan Dampak Perubahan Iklim

Dampak dari hilangnya persenjataan dan alutsista dari Ukraina ternyata tidak hanya terbatas di wilayah daratan Eropa, melainkan telah meluas cukup jauh hingga ke benua Afrika. Pihak pejabat Rusia secara terbuka menuduh Ukraina telah memasok senjata militer dan keahlian pengoperasian drone kepada kelompok-kelompok militan yang berada di Afrika. Tudingan mengenai penyebaran senjata ke luar benua Eropa ini juga datang langsung dari pemerintah negara di kawasan Afrika itu sendiri. Pemerintah Mali mengeluarkan tuduhan resmi yang menyebutkan bahwa Kiev memberikan drone kamikaze kepada organisasi teroris. Pemerintah Mali menegaskan lebih lanjut bahwa organisasi teroris yang menerima pasokan drone kamikaze tersebut beroperasi secara aktif di kawasan Sahel. Rangkaian peristiwa dan tuduhan lintas benua ini menunjukkan luasnya jangkauan peredaran dari sekitar 800.000 senjata dan alutsista yang hilang sejak tahun 2022.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UkrainaRusiaCosa NostraMafia SisiliaAlutsistaEropa

Berita Terbaru Lainnya

Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan NasionalPanduan Mengikuti Skrining Ulang Massal bagi Dokter Internship Kemenkes pada Tahun 2026Membedah Modus Curanmor dan Hasil Operasi Berantas Jaya Polda Metro JayaPolisi Buru Debt Collector DPO Kasus Pembacokan Pesilat di SurabayaPutusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana PendidikanMembangun Sinergi Warga dan Polres Metro Jakarta Barat dalam Menjaga Keamanan LingkunganIti Octavia Jayabaya Kembali Pimpin DPD Partai Demokrat Banten Periode 2026-2031Sorotan Pakar Hukum Terhadap Putusan Pengadilan Kasus Pertamina Patra Niaga

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap