Aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat dalam aksi penembakan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Keduanya diketahui berinisial PN dan KT, yang tergabung dalam kelompok KKB Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa identitas kedua pelaku terungkap setelah aparat mencocokkan ciri-ciri fisik mereka dari rekaman panggilan video (video call) yang sempat beredar di media sosial. Saat ini, PN dan KT telah resmi dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan tengah diburu oleh tim gabungan.
"Kedua anggota KKB itu terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Yusuf di Jayapura.
Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Keterlibatan dalam Rentetan Teror di Papua Pegunungan
Berdasarkan penyelidikan aparat keamanan, PN dan KT bukan figur baru dalam lingkaran aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Pegunungan. Keduanya tercatat memiliki rekam jejak kriminal dalam sejumlah insiden penyerangan masyarakat sipil.
Salah satu aksi yang melibatkan mereka adalah penembakan di tengah perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) pada 8 Agustus lalu. Insiden penembakan tersebut menyebabkan dua orang warga sipil mengalami luka-luka.
Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Selain itu, PN dan KT juga diduga kuat terlibat dalam kasus penyanderaan pilot maskapai Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens. Peristiwa penyanderaan tersebut terjadi di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023, sebelum akhirnya Mehrtens berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.
Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa pengejaran terhadap kedua anggota KKB tersebut terus diintensifkan guna mempertanggungjawabkan serangkaian aksi penyerangan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya.






