TANGERANG — PT BNI Sekuritas menggelar diskusi finansial bertajuk "From Zero to Portfolio: Membangun Kebiasaan Investasi di Tengah Ekonomi yang Menantang" dalam rangkaian BNI WondrX 2026 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (22/8/2026). Forum tersebut menyoroti pesatnya pertambahan pemodal domestik sekaligus langkah fundamental yang patut diperhatikan kalangan pemula.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal telah mencapai 30,30 juta Single Investor Identification (SID) per 7 Agustus 2026. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebanyak 9,9 juta investor jika dibandingkan dengan posisi pada akhir 2025.
Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas Rohma Fitri Murniawati menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah investor yang masif tersebut harus dibarengi dengan peningkatan literasi pasar modal agar masyarakat dapat mengelola risiko secara matang.
Menentukan Tujuan Sebelum Memilih Instrumen
Dalam kesempatan tersebut, investor dan kreator Theo Derick menekankan pentingnya pemahaman mendasar bagi masyarakat yang baru memasuki pasar modal. Menurut Theo, kesalahan umum yang kerap terjadi adalah terburu-buru memilih instrumen tanpa memiliki arah finansial yang jelas.
Merek Besar AS Mulai Redup di China, Nike hingga Ford Tak Selaris Dulu

“Yang paling pertama harus jelas justru tujuan investasinya, bukan instrumennya,” tutur Theo.
Ia mengingatkan bahwa langkah yang terbalik—langsung melompat ke pemilihan produk investasi—kerap menjebak investor baru untuk sekadar mengikuti tren pasar tanpa menyesuaikannya dengan profil dan kondisi keuangan pribadi.
Pergerakan IHSG dan Likuiditas Pasar
Pertumbuhan basis investor ini beriringan dengan dinamika positif pasar saham. Sepanjang perdagangan 18–21 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 1,93 persen ke posisi 6.525,69. Likuiditas pasar juga bergerak dinamis, tecermin dari lonjakan rata-rata volume transaksi harian sebesar 47,90 persen menjadi 50,30 miliar saham.
Unggul di Layanan Transaksi Elektronik, BRI Raih Delapan Penghargaan di PRIMA Awards 2026

Investor asing turut mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp548,6 miliar pada periode tersebut, berbalik arah dari posisi pekan sebelumnya yang membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,58 triliun.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari menjelaskan bahwa perpaduan antara penguatan teknikal, bertambahnya likuiditas, dan kembalinya aliran dana asing menjadi katalis penguat momentum pergerakan indeks. Meski demikian, ia mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap mencermati potensi aksi ambil untung (profit taking) karena ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek mulai terbatas setelah reli yang cukup panjang.






