berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Investasi S&P 500 dan Nasdaq Lewat Tokenized ETF Berbasis Blockchain

Marthen TandirerungDiterbitkan 7 Agu 2026 - 11.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Investasi S&P 500 dan Nasdaq Lewat Tokenized ETF Berbasis Blockchain
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Bagaimana cara investor ritel di Indonesia dapat mengakses indeks pasar saham global terkemuka seperti S&P 500 dan Nasdaq dengan modal yang sangat terbatas serta proses transaksi yang instan? Pertanyaan ini kini terjawab melalui kehadiran inovasi teknologi keuangan yang dikenal sebagai tokenized ETF. Instrumen keuangan ini memungkinkan investor untuk membeli representasi dari Exchange-Traded Fund (ETF) global secara langsung melalui dompet kripto mereka. Dengan memanfaatkan teknologi terdesentralisasi, hambatan masuk yang sebelumnya membatasi investor kecil kini dapat diminimalisasi secara signifikan.

Secara definisi, tokenized ETF merupakan kontrak investasi kolektif atau Exchange-Traded Fund yang kepemilikan unitnya direpresentasikan dalam bentuk token digital di atas jaringan blockchain

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
, seperti Ethereum atau Solana. Meskipun diperdagangkan dalam bentuk token digital, aset dasar atau underlying asset dari instrumen ini tetap merupakan produk ETF konvensional yang sudah sangat populer dan diakui secara global, seperti SPY yang melacak indeks S&P 500 atau QQQ yang melacak indeks Nasdaq-100. Dengan demikian, nilai dari token tersebut akan bergerak selaras dengan kinerja indeks saham yang diwakilinya di pasar modal global.

Keamanan dan kepatuhan hukum dalam transaksi tokenized ETF ini didukung penuh oleh teknologi smart contract atau kontrak pintar. Sistem pintar ini dirancang untuk bekerja secara otomatis dalam menjalankan pengecekan Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) setiap kali terjadi perpindahan tangan atau transaksi token dari satu pihak ke pihak lain. Protokol otomatis ini memastikan bahwa seluruh aktivitas perdagangan tetap mematuhi standar regulasi keuangan yang berlaku tanpa harus melalui proses verifikasi manual yang memakan waktu lama.

Salah satu keunggulan utama dari pemanfaatan teknologi blockchain dalam instrumen ini adalah kecepatan penyelesaian transaksi atau settlement. Pada pasar modal konvensional di Indonesia, transaksi saham dan reksa dana umumnya masih menggunakan siklus penyelesaian T+2, yang berarti dana atau aset baru akan sepenuhnya berpindah dan selesai diproses dalam waktu dua hari kerja setelah transaksi dilakukan. Sebaliknya, tokenized ETF memanfaatkan mekanisme yang disebut settlement atomik. Melalui metode ini, proses perpindahan kepemilikan aset dan pembayaran dana terjadi secara seketika dalam satu transaksi blockchain yang sama, sehingga mengeliminasi risiko penundaan dan meningkatkan likuiditas bagi para investor.

Baca Juga

Cara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Opresi

Cara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Opresi

Perkembangan sektor ini menunjukkan tren yang sangat positif di tingkat global. Hingga bulan Juni 2026, sektor tokenized ETF berhasil mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$150 juta. Angka kapitalisasi pasar tersebut menunjukkan lonjakan yang luar biasa sebesar hampir 400% jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan September 2025. Pertumbuhan yang pesat ini mencerminkan minat yang semakin tinggi dari para pelaku pasar global terhadap efisiensi yang ditawarkan oleh aset keuangan tradisional yang dikombinasikan dengan teknologi blockchain.

Di Indonesia sendiri, aksesibilitas terhadap instrumen keuangan modern ini menjadi sangat penting mengingat struktur ketenagakerjaan domestik yang didominasi oleh pekerja sektor informal yang rentan, dengan porsi mencapai 59,30% dari total angkatan kerja. Kelompok pekerja ini sering kali kesulitan mengakses produk investasi konvensional karena kendala administratif atau besarnya modal minimal yang disyaratkan. Untuk menjembatani celah tersebut, aplikasi PINTU menghadirkan fitur Tokenized Stocks yang memungkinkan pengguna di Indonesia mulai berinvestasi pada aset global seperti SPX (S&P 500), QQQx (NASDAQ), hingga VTIX (Vanguard ETF) dengan modal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000 saja. Untuk membantu masyarakat memahami cara kerja dan risiko investasi ini, platform edukasi Pintu Academy disediakan sebagai sarana pembelajaran yang komprehensif bagi para pengguna aplikasi PINTU.

Upaya peningkatan literasi keuangan di Indonesia tidak hanya datang dari sektor aset kripto. Tuntun Sekuritas Indonesia juga turut memperkuat literasi pasar modal melalui pengembangan teknologi Tuntun AI serta penyediaan riset komprehensif untuk membantu para investor mengambil keputusan investasi yang lebih matang. Upaya edukasi yang masif dari berbagai pihak ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami risiko dan potensi keuntungan dari berbagai instrumen investasi baru yang bermunculan di era digital.

Baca Juga

Komitmen Rico Tri Putra Waas Membangun Medan Lewat Kolaborasi dan Rasa Cinta Daerah

Komitmen Rico Tri Putra Waas Membangun Medan Lewat Kolaborasi dan Rasa Cinta Daerah

Di sisi lain, iklim investasi di Indonesia secara keseluruhan terus mengalami perkembangan strategis untuk menarik minat pelaku usaha dalam dan luar negeri. Sebagai contoh, GMR Group, yang merupakan sebuah perusahaan multinasional asal India, menilai bahwa pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara merupakan salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan kepercayaan investor asing untuk menanamkan modal di tanah air. Saat ini, BP BUMN bersama Danantara tengah aktif menyusun peta strategi transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Selain itu, anak usaha dari GMR Group, yaitu GMR Airports Limited, juga telah menyatakan minatnya untuk memperluas investasi di Indonesia, terutama jika pemerintah bersedia membuka peluang yang lebih besar bagi keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan bandara di tanah air.

Di tingkat global, para investor juga terus memantau berbagai sentimen pasar dan peristiwa geopolitik yang memengaruhi pergerakan harga aset. Beberapa peristiwa penting yang terjadi baru-baru ini antara lain adalah keberhasilan Centcom AS dalam mencegat kapal kargo milik Iran di kawasan Selat Hormuz yang sempat memicu perhatian pelaku pasar komoditas dan energi. Sementara itu, di pasar saham Amerika Serikat, indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa yang dipicu oleh sentimen pasar di sekitar penangkapan Nicol谩s Maduro. Berbagai dinamika global ini menunjukkan betapa saling terhubungnya pasar keuangan modern, sehingga pemahaman yang mendalam mengenai teknologi baru seperti tokenized ETF menjadi sangat krusial bagi para investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka secara global.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiBlockchainTokenized ETFS&P 500Nasdaq

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingCara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap OpresiKomitmen Rico Tri Putra Waas Membangun Medan Lewat Kolaborasi dan Rasa Cinta DaerahPemerintah Perkuat Proyek Food Estate Kalimantan Tengah dengan Manajemen Risiko Lintas SektorHasil Autopsi Mantan Istri Polisi di Medan, Dokter Forensik Jelaskan Asal-usul LebamBareskrim Usut Dugaan Penyelundupan Puluhan Ton Pasir Timah Ilegal di BelitungFakta dan Kronologi Temuan Ratusan Senjata di Yayasan Sekolah Swasta Jakarta SelatanKematian Tragis Ibu di Ngawi yang Diduga Tewas di Tangan Anak Kandung

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap