Bank DBS Indonesia menetapkan dua pertimbangan utama untuk menilai kelayakan pembiayaan atau bankability sebuah proyek di sektor otomotif. Penilaian kelayakan ini dijalankan perseroan di tengah dinamika dan tekanan transisi industri otomotif dari kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) menuju era kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Executive Director, Head of Large Corporates & ESG Lead Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Ello Hanson, mengungkapkan kriteria-kriteria kunci yang menjadi tolok ukur bank dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor tersebut.
Diversifikasi Unit Usaha Strategis
Ello menjelaskan bahwa pertimbangan pertama yang dilihat perseroan adalah kemampuan perusahaan dalam melakukan diversifikasi lini bisnis atau unit usaha strategis (strategic business unit/SBU). Kemampuan ini dinilai penting demi menjaga ketahanan operasional dan bisnis korporasi.
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Dengan adanya diversifikasi pada sejumlah SBU, perusahaan memiliki fleksibilitas bisnis yang lebih baik. Jika terjadi penurunan kinerja atau performa yang kurang optimal pada satu SBU, dampaknya dapat diimbangi dan ditutup oleh kontribusi dari unit bisnis lainnya.
Ketahanan Fundamental Keuangan
Adapun pertimbangan kedua bertumpu pada kemampuan serta ketersediaan pendanaan yang dilihat dari fundamental keuangan korporasi. Menurut Ello, kekuatan fundamental keuangan berfungsi sebagai bantalan atau buffer yang krusial bagi perusahaan ketika harus beradaptasi dan menjalani transisi bisnis.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Fondasi finansial yang kuat memberi ruang bagi korporasi saat harus mengambil langkah strategis di masa transisi, baik saat melepas lini usaha yang dinilai sudah kurang relevan maupun ketika mengembangkan lini usaha baru yang memiliki prospek pertumbuhan ke depan.
Ello menegaskan bahwa di tengah pergeseran industri otomotif saat ini, Bank DBS Indonesia menerapkan pendekatan yang selektif dalam menyaring segmen rantai pasok serta pelaku usaha yang akan mendapatkan dukungan pembiayaan.






