Peristiwa kebakaran hebat yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga penumpang. Kapal yang melayani rute Surabaya menuju Makassar ini dilaporkan mengangkut sekitar 250 orang penumpang saat kecelakaan terjadi. Berbagai kendala di lapangan, mulai dari masalah manifes penumpang hingga putusnya komunikasi, membuat kerabat korban harus menunggu dengan penuh harap dan cemas demi mendapatkan kepastian nasib anggota keluarga mereka. Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sering diajukan terkait informasi terkini insiden tersebut.
Bagaimana kronologi awal terdeteksinya kebakaran pada KM Mutiara Sentosa 2?
Kebakaran diperkirakan mulai terjadi di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Hal ini didasarkan pada laporan terakhir dari nakhoda kapal sebelum akhirnya komunikasi terputus. Kantor SAR Surabaya baru menerima informasi awal mengenai insiden ini dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Berselang satu menit kemudian, operator kapal yaitu PT Atosim Lampung Pelayaran memberikan konfirmasi resmi mengenai kebakaran tersebut kepada petugas siaga. Pada pukul 09.45 WIB, hasil komunikasi antara SROP dan kapal Meratus Project 3 memastikan posisi KM Mutiara Sentosa 2 berada di koordinat 19 mil laut di sebelah utara Pulau Buruan, Sapudi. Saat itu, kondisi kapal dilaporkan hampir terbakar habis, dengan para penumpang yang tersisa berkumpul menyelamatkan diri di bagian anjungan dan haluan kapal.








