berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Industri Susu Segar Nasional Tumbuh Pesat pada Kuartal II-2026 di Tengah Keterbatasan Pasokan Lokal

Bambang SetiawanDiterbitkan 9 Agu 2026 - 18.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Industri Susu Segar Nasional Tumbuh Pesat pada Kuartal II-2026 di Tengah Keterbatasan Pasokan Lokal
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Apakah lonjakan pertumbuhan industri pengolahan susu segar di Indonesia saat ini benar-benar berdampak langsung pada pemenuhan pasokan lokal, ataukah ketergantungan pada pasokan luar negeri masih menjadi penopang utamanya? Pertanyaan praktis ini kerap muncul di kalangan pelaku usaha, peternak domestik, serta masyarakat umum yang mencermati perkembangan industri komoditas pangan nasional. Mengacu pada data kinerja ekonomi terbaru, industri pengolahan susu segar nasional memang sedang menunjukkan performa yang amat impresif. Sepanjang Kuartal II-2026, sektor pengolahan susu segar berhasil mencatatkan kenaikan pertumbuhan sebesar 17,2 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter atau qtq). Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka pertumbuhan tersebut melesat hingga mencapai 29,89 persen secara tahunan (year-on-year atau yoy). Pencapaian ini menempatkan industri pengolahan susu sebagai salah satu motor penggerak ekonomi yang menarik perhatian publik.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Geliat positif pada industri pengolahan susu tersebut tidak lepas dari munculnya dorongan permintaan pasar yang sangat signifikan di tingkat domestik. Faktor utama yang menjadi pendorong lonjakan pertumbuhan ini adalah tambahan permintaan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran program nasional ini menciptakan pasar baru dengan volume penyerapan produk susu yang sangat besar. Dinamika perkembangan sektor ini dikaji secara komprehensif dalam tayangan program Squawk Box di CNBC Indonesia pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Ulasan analisis tersebut disampaikan oleh Shania Alatas bersama Emanuella Egatirta, yang menjabat sebagai Commodity Expert di CNBC Indonesia Research. Diskusi tersebut menyoroti bagaimana program MBG berhasil memacu aktivitas pengolahan susu, sekaligus membedah kesiapan struktur produksi di dalam negeri.

Meskipun angka pertumbuhan industri pengolahan susu segar tergolong sangat tinggi pada Kuartal II-2026, realitas di lapangan menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait ketercukupan bahan baku lokal. Tingkat pemenuhan kebutuhan susu di dalam negeri saat ini baru menyentuh angka 25 persen dari total keseluruhan kebutuhan nasional. Kondisi ini berarti bahwa sebagian besar kebutuhan susu domestik, yaitu sebesar 75 persen sisa kebutuhannya, masih bergantung penuh pada pasokan susu yang diimpor dari negara lain. Fakta ini menegaskan bahwa lonjakan pada industri pengolahan belum sepenuhnya diimbangi oleh kemandirian pasokan bahan baku susu segar dari peternak dalam negeri.

Baca Juga

Langkah Krusial Mewujudkan Sekolah Aman Pascateamuan Senjata di Jakarta Selatan

Langkah Krusial Mewujudkan Sekolah Aman Pascateamuan Senjata di Jakarta Selatan

Tingginya porsi impor tersebut berhubungan erat dengan kondisi produksi susu nasional yang mengalami stagnasi pada periode sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, volume produksi susu nasional berada di angka 820,8 ribu ton tanpa mengalami peningkatan yang berarti. Akibat tidak bergeraknya tingkat produksi dalam negeri di angka 820,8 ribu ton tersebut, porsi impor susu Indonesia pada tahun 2025 melonjak hingga mencapai 81 persen. Tingkat ketergantungan impor yang mencapai 81 persen ini menunjukkan betapa besarnya celah antara kapasitas produksi domestik dengan melonjaknya tingkat konsumsi masyarakat maupun kebutuhan program-program pemenuhan gizi pemerintah.

Salah satu akar masalah utama dari terbatasnya produksi susu segar nasional terletak pada jumlah populasi sapi perah yang ada di Indonesia. Guna mengatasi masalah keterbatasan populasi tersebut, Indonesia pada tahun 2025 telah mengimpor sebanyak 15.000 ekor sapi bunting. Masuknya 15.000 ekor sapi bunting tersebut menambah jumlah ternak yang ada, sehingga total populasi sapi perah di Indonesia mencapai 500.000 ekor sapi pada tahun 2025. Namun demikian, jumlah 500.000 ekor sapi perah tersebut dinilai masih jauh dari mencukupi untuk memenuhi target swasembada atau pengurangan impor secara signifikan. Berdasarkan perhitungan kebutuhan nasional, Indonesia masih memerlukan tambahan antara 1 juta hingga 2 juta ekor sapi bunting agar populasi sapi perah dapat meningkat secara memadai dan produksi susu nasional dapat terdorong naik.

Baca Juga

Pemkab Sumenep Siapkan Lahan 7,1 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Pemkab Sumenep Siapkan Lahan 7,1 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Secara keseluruhan, bagi masyarakat dan pelaku sektor komoditas yang ingin memahami arah industri susu nasional, gambaran ini memperlihatkan adanya peluang sekaligus pekerjaan rumah yang amat nyata. Peluang ekonomi tercipta secara jelas dari dorongan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menaikkan pertumbuhan industri pengolahan hingga 29,89 persen yoy di Kuartal II-2026. Akan tetapi, keterbatasan produksi nasional di angka 820,8 ribu ton dan tingginya porsi impor susu hingga 81 persen pada 2025 menandakan perlunya pemenuhan kebutuhan 1 juta hingga 2 juta ekor sapi bunting di masa mendatang. Langkah penambahan populasi sapi perah ini menjadi syarat mutlak agar pertumbuhan pesat di sektor pengolahan susu dapat ditopang oleh kekuatan produksi dalam negeri secara berkelanjutan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaMakan Bergizi Gratis

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Krusial Mewujudkan Sekolah Aman Pascateamuan Senjata di Jakarta SelatanInflasi Pabrik China Melandai di Tengah Negosiasi Jalur Selat HormuzPemkab Sumenep Siapkan Lahan 7,1 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat PermanenCapaian Dekarbonisasi Pertamina Melampaui Target Semester I 2026Transformasi Perbankan dan Kolaborasi Strategis Tingkatkan Kenyamanan NasabahKebakaran Hutan di Kawasan Gunung Rinjani, Kronologi dan Upaya Pemadaman Tim GabunganHainan Free Trade Port, Proyek Kawasan Pabean Khusus China di Dekat Asia TenggaraLangkah Mendag Budi Santoso Mendorong UMKM Naik Kelas Lewat Rantai Nilai Global

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026