berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Ekonomi

Inflasi Pabrik China Melandai di Tengah Negosiasi Jalur Selat Hormuz

Ance RundenganDiterbitkan 9 Agu 2026 - 19.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Inflasi Pabrik China Melandai di Tengah Negosiasi Jalur Selat Hormuz
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Dinamika ekonomi global kembali menunjukkan pergeseran penting setelah ketegangan di Timur Tengah sempat memicu lonjakan harga energi beberapa bulan lalu. Perkembangan terbaru dari China memperlihatkan bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen mulai mereda pada bulan Juli, menandai titik balik pertama sejak pecahnya konflik di Iran pada akhir Februari. Pergerakan ini menjadi sinyal awal meredanya tekanan harga komoditas global yang sempat membubung tinggi akibat ketidakpastian geopolitik yang mendadak. Bagi para pelaku pasar, data ini memberikan indikasi bahwa rantai pasok global mulai menyesuaikan diri dengan situasi geopolitik terkini.

Sebelum mencapai titik ini, indeks harga produsen atau producer price index (PPI) China sempat mengalami tren penurunan yang cukup panjang selama lebih dari tiga tahun berturut-turut. Tren penurunan tersebut akhirnya berbalik arah ketika PPI mencatatkan angka positif pada bulan Maret, yang dipicu oleh lonjakan

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
harga minyak
dunia setelah pecahnya perang di Iran. Kenaikan biaya produksi di tingkat pabrik ini terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada bulan Juni dengan pertumbuhan sebesar 4,1 persen secara tahunan. Namun, laporan terbaru dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan bahwa laju inflasi pabrik tersebut akhirnya melambat menjadi 3,5 persen secara tahunan pada bulan Juli. Angka ini sekaligus menjadi penurunan laju inflasi pertama sejak indeks harga produsen beralih ke teritori positif pada awal musim semi lalu.

Perlambatan ini tidak hanya terjadi di sektor hulu atau tingkat pabrik, melainkan juga merembet ke sektor hilir atau tingkat konsumen. Berdasarkan data resmi, inflasi konsumen di China melambat menjadi 0,5 persen pada bulan Juli, turun cukup signifikan dari angka 1 persen yang tercatat pada bulan Juni. Sementara itu, indeks harga konsumen inti yang mengecualikan komponen bahan pangan dan energi yang bergejolak ikut turun dari 1 persen menjadi 0,9 persen. Dari sisi konsumsi masyarakat, harga daging babi yang merupakan salah satu komoditas pangan utama di China menunjukkan penyempitan penurunan secara tahunan. Di sisi lain, biaya untuk sektor jasa pariwisata domestik justru mengalami penurunan yang cukup terasa, tercermin dari merosotnya tarif hotel serta harga tiket pesawat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga

Menteri Perdagangan Dorong Akses Pembiayaan UMKM dan Penguatan Rantai Nilai Global di Pertemuan BRICS

Menteri Perdagangan Dorong Akses Pembiayaan UMKM dan Penguatan Rantai Nilai Global di Pertemuan BRICS

Meskipun inflasi pabrik secara umum mulai melandai, dampak dari gejolak harga energi sebelumnya masih menyisakan ketimpangan kinerja di berbagai sektor industri China. Industri manufaktur pakaian, misalnya, harus menghadapi penurunan laba yang cukup tajam akibat tekanan biaya operasional dan pergeseran permintaan pasar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan para produsen energi yang justru membukukan lonjakan keuntungan besar di tengah tingginya harga komoditas global selama beberapa bulan terakhir. Ketimpangan laba antar-sektor ini menunjukkan bahwa pemulihan sektor industri pasca-konflik belum sepenuhnya merata ke seluruh lini manufaktur.

Redanya tekanan harga minyak global saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi politik di Selat Hormuz, salah satu jalur logistik maritim paling krusial untuk pengiriman minyak dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan bahwa proses negosiasi antara Iran dan Oman mengenai situasi di Selat Hormuz masih terus berjalan hingga pekan ini. Pihak Teheran juga mengonfirmasi bahwa mereka sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Oman terkait pembukaan rute transit maritim yang baru di kawasan selat tersebut. Kendati demikian, ketidakpastian masih membayangi karena Iran mengajukan sejumlah tuntutan khusus yang harus disepakati oleh Amerika Serikat sebelum jalur perairan strategis tersebut benar-benar dibuka kembali untuk aktivitas pelayaran normal.

Baca Juga

Sepeda Listrik Transmart Full Day Sale Turun Harga Jadi Rp3 Jutaan Hari Ini

Sepeda Listrik Transmart Full Day Sale Turun Harga Jadi Rp3 Jutaan Hari Ini

Bagi para pelaku usaha dan pengamat ekonomi di Indonesia, perkembangan inflasi di China ini memberikan gambaran penting mengenai arah pergerakan harga barang modal dan bahan baku impor. Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, fluktuasi biaya produksi di pabrik-pabrik China akan langsung memengaruhi harga produk jadi yang masuk ke pasar domestik. Namun, para pelaku pasar di tanah air tetap perlu berhati-hati dalam menyikapi penurunan inflasi ini. Keberlanjutan tren penurunan harga minyak dan stabilitas pasokan global masih sangat bergantung pada hasil akhir diplomasi di Selat Hormuz serta realisasi kesepakatan antara pihak-pihak terkait. Selama kesepakatan tersebut belum resmi ditandatangani dan diimplementasikan, potensi fluktuasi harga energi global masih tetap terbuka lebar.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

harga minyakSelat HormuzEkonomi Global

Berita Terbaru Lainnya

Menteri Perdagangan Dorong Akses Pembiayaan UMKM dan Penguatan Rantai Nilai Global di Pertemuan BRICSSepeda Listrik Transmart Full Day Sale Turun Harga Jadi Rp3 Jutaan Hari IniLangkah Krusial Mewujudkan Sekolah Aman Pascateamuan Senjata di Jakarta SelatanPemkab Sumenep Siapkan Lahan 7,1 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat PermanenCapaian Dekarbonisasi Pertamina Melampaui Target Semester I 2026Transformasi Perbankan dan Kolaborasi Strategis Tingkatkan Kenyamanan NasabahIndustri Susu Segar Nasional Tumbuh Pesat pada Kuartal II-2026 di Tengah Keterbatasan Pasokan LokalKebakaran Hutan di Kawasan Gunung Rinjani, Kronologi dan Upaya Pemadaman Tim Gabungan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026