berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Impor Barang Konsumsi Melonjak, Menperin Dorong Penguatan Perlindungan Industri Dalam Negeri

Slamet PrabowoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 12.41 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Impor Barang Konsumsi Melonjak, Menperin Dorong Penguatan Perlindungan Industri Dalam Negeri
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah memberikan perhatian serius terhadap tantangan dalam menjaga keseimbangan pasar domestik, menyusul adanya lonjakan impor barang konsumsi pada pertengahan tahun ini. Berdasarkan data kinerja perdagangan pada kuartal II 2026, arus masuk barang konsumsi dari luar negeri ke pasar Indonesia mencatatkan kenaikan yang signifikan sebesar 27,15 persen secara tahunan (year on year). Menyikapi tren peningkatan impor tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta agar kebijakan perlindungan terhadap industri dalam negeri, terutama bagi para pelaku industri penyedia bahan baku, terus diperkuat. Langkah penguatan kebijakan perlindungan ini dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan serta daya caing sektor manufaktur

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
nasional di tengah gempuran produk luar negeri.

Menurut penjelasan yang disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta pada Kamis (6/8/2026), lonjakan nilai impor barang konsumsi yang mencapai 27,15 persen ini memberikan dua gambaran penting bagi kondisi perekonomian domestik saat ini. Di satu sisi, kenaikan impor tersebut mencerminkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia secara umum tetap berada dalam kondisi yang kuat dan stabil. Namun, di sisi lain, fenomena ini juga menjadi indikator yang jelas bahwa kapasitas industri nasional masih memiliki keterbatasan yang cukup mendasar. Sektor industri di dalam negeri dinilai belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar terhadap bahan baku serta komponen-komponen tertentu, sehingga pasar domestik terpaksa harus bergantung pada pasokan impor untuk memenuhi kebutuhan spesifik tersebut.

Baca Juga

Rotasi Portofolio Asing Sasar Saham Bank BUMN dan Sektor Energi

Rotasi Portofolio Asing Sasar Saham Bank BUMN dan Sektor Energi

Meskipun harus menghadapi tantangan besar dari arus impor barang konsumsi yang melonjak, sektor industri pengolahan nonmigas di tanah air ternyata masih mampu menunjukkan kinerja pertumbuhan yang tangguh. Pada periode kuartal II 2026, sektor industri pengolahan nonmigas berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 5,32 persen. Angka pertumbuhan sektor ini tergolong menggembirakan karena berhasil melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan yang tercatat berada di level 5,29 persen pada kuartal II 2026. Selain itu, industri pengolahan juga tetap mempertahankan posisinya sebagai pilar utama perekonomian nasional dengan menyumbang kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, yakni dengan porsi mencapai 18,50 persen.

Lebih lanjut, sektor manufaktur secara keseluruhan juga tercatat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar bagi Indonesia, dengan kontribusi yang mencapai angka 0,90 persen. Peran krusial sektor manufaktur ini membuktikan bahwa industri dalam negeri memegang kendali penting sebagai motor penggerak utama perekonomian. Kendati demikian, performa positif dari sektor industri pengolahan ini masih dibayangi oleh catatan kurang memuaskan pada sektor perdagangan internasional. Data menunjukkan bahwa komponen net ekspor masih memberikan andil atau kontribusi negatif sebesar 0,78 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026, sebuah catatan yang menegaskan perlunya pembenahan pada struktur perdagangan luar negeri Indonesia.

Baca Juga

Proses Pemilihan dan Kriteria Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry Warjiyo

Proses Pemilihan dan Kriteria Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry Warjiyo

Sebagai langkah konkret dan strategis untuk mengatasi keterbatasan kapasitas industri nasional serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan baku dan komponen, pemerintah kini tengah mempercepat implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN). Melalui percepatan SBIN ini, pemerintah berharap dapat memacu produktivitas industri dalam negeri secara signifikan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara mandiri dan memperkuat struktur ekspor nasional ke depan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kembali bahwa penguatan kebijakan perlindungan bagi industri lokal, khususnya industri penyedia bahan baku, merupakan prioritas mutlak yang harus terus didorong demi menciptakan ekosistem industri nasional yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ManufakturKementerian PerindustrianPertumbuhan EkonomiImpor

Berita Terbaru Lainnya

Rotasi Portofolio Asing Sasar Saham Bank BUMN dan Sektor EnergiProses Pemilihan dan Kriteria Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoTerminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi Green Terminal Pertama di DuniaPenyebab dan Dampak Tabrakan Roket Falcon 9 SpaceX di BulanJadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingCara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap OpresiKomitmen Rico Tri Putra Waas Membangun Medan Lewat Kolaborasi dan Rasa Cinta DaerahPemerintah Perkuat Proyek Food Estate Kalimantan Tengah dengan Manajemen Risiko Lintas Sektor

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap