berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Harga Minyak Dunia Melemah ke US$79,08 per Barel Usai Sinyal Damai Iran dan Oman

Sri NugrohoDiterbitkan 6 Agu 2026 - 14.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Dunia Melemah ke US$79,08 per Barel Usai Sinyal Damai Iran dan Oman
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pasar minyak mentah global kembali mengalami dinamika pergerakan harga yang cukup signifikan. Pada perdagangan hari Kamis (6/8), harga minyak dunia terpantau bergerak melemah menyusul adanya sinyal positif dari meja diplomasi di Timur Tengah. Pelaku pasar global saat ini tengah mencermati perkembangan negosiasi antara Iran dan Oman, yang dinilai berpotensi membuka jalan bagi terciptanya kesepakatan damai yang lebih luas antara Amerika Serikat

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
dan Iran. Koreksi harga ini menandai pergeseran sentimen pasar yang sebelumnya sempat dibayangi oleh ketegangan geopolitik berkepanjangan di kawasan penghasil energi utama tersebut.

Secara rinci, harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 37 sen atau sekitar 0,5 persen, sehingga menempatkan posisinya di level US$79,08 per barel pada perdagangan Kamis pagi. Langkah pelemahan ini juga diikuti oleh minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat. Harga WTI terkoreksi sebesar 53 sen atau setara dengan 0,7 persen ke level US$74,69 per barel. Pergerakan ini kontras dengan sesi perdagangan sebelumnya, di mana Brent sempat ditutup menguat tipis sedangkan WTI berakhir sedikit lebih rendah.

Penurunan harga minyak mentah dunia ini tidak lepas dari perkembangan politik internasional terbaru di kawasan Teluk. Sentimen utama yang menekan harga adalah adanya laporan mengenai kemajuan positif dalam pembicaraan bilateral antara pihak Iran dan Oman. Kedua negara tersebut dilaporkan tengah membahas proposal konkret untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ekonom dari Nomura Securities, Yuki Takashima, menjelaskan bahwa tekanan jual di pasar minyak mulai bermunculan segera setelah laporan mengenai perkembangan positif dialog Iran dan Oman tersebut mengemuka ke publik. Dengan adanya peluang damai ini, kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah menjadi sedikit mereda. Dampak langsung dari meredanya tensi ini terlihat dari posisi harga minyak saat ini, yang pada dasarnya telah kembali ke level yang sama ketika Amerika Serikat dan Iran menandatangani perjanjian damai sementara pada tanggal 17 Juni lalu.

Baca Juga

Sinergi Pemkot dan DPRD Kota Bogor dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Warga Rentan

Sinergi Pemkot dan DPRD Kota Bogor dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Warga Rentan

Selain faktor diplomasi politik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh kondisi pasokan di belahan bumi lain. Pasar komoditas energi mendapatkan sentimen negatif tambahan dari laporan mengenai kenaikan stok minyak mentah domestik di Amerika Serikat. Peningkatan cadangan minyak AS ini memberikan sinyal bahwa pasokan di pasar global masih cukup memadai, yang pada gilirannya turut menekan harga jual minyak mentah di bursa internasional.

Meskipun sinyal damai mulai berembus, situasi di lapangan masih dipenuhi dengan ketidakpastian yang tinggi. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah akses menuju Selat Hormuz, jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat menyatakan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah semakin dekat. Namun, jalan menuju realisasi kesepakatan tersebut tidaklah mudah.

Para pejabat pemerintah Amerika Serikat berulang kali menegaskan sikap Washington yang tidak akan menyetujui jika Iran memegang kendali penuh atas akses menuju Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran juga telah melayangkan peringatan keras kepada negara-negara di kawasan Teluk. Pihak Iran menegaskan bahwa setiap serangan baru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat ke wilayah teritorial mereka akan dibalas dengan serangan balasan yang menyasar infrastruktur energi strategis di kawasan tersebut. Hal ini membuat stabilitas pasokan energi di kawasan Teluk tetap berada dalam posisi yang rentan.

Baca Juga

Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat Hormuz

Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat Hormuz

Ketidakpastian pasar semakin diperumit oleh situasi keamanan di jalur pelayaran alternatif, khususnya di Laut Merah dan Teluk Aden. Kelompok Houthi di Yaman, yang mendapatkan dukungan dari Iran, mengklaim telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan kapal tanker minyak milik Arab Saudi di dekat pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Selain itu, kelompok tersebut juga mengklaim telah menyerang kapal tanker lain yang melintas di Teluk Aden.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi ataupun pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai kebenaran laporan serangan terhadap kapal tanker mereka tersebut. Ketiadaan konfirmasi ini menambah ketidakpastian di kalangan pelaku pasar global. Menurut analisis dari Yuki Takashima, ancaman serangan yang terus dilancarkan oleh kelompok Houthi terhadap jalur pelayaran di kawasan Laut Merah tetap menjadi faktor utama yang membatasi optimisme pasar terhadap normalisasi distribusi energi di Timur Tengah. Selama ancaman di jalur distribusi ini belum sepenuhnya teratasi, proses pemulihan aliran energi global masih akan menghadapi hambatan besar. Pelaku pasar kini cenderung bersikap waspada sembari menanti langkah diplomasi konkret selanjutnya serta kepastian keamanan di jalur-jalur pelayaran utama dunia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika Serikatharga minyakMinyak MentahGeopolitik Timur Tengah

Berita Terbaru Lainnya

Sinergi Pemkot dan DPRD Kota Bogor dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Warga RentanReaktor Nuklir Modular BRIN Siap Ditawarkan, Berapa Kapasitas dan Nilai Investasinya?Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat HormuzKinerja Keuangan PTPN Group Melonjak pada Semester I 2026 Seiring Transformasi BisnisPersib Bandung Resmi Datangkan Gelandang Jepang Gakuto NotsudaTim 9 Kejaksaan Agung Periksa Febrie Adriansyah di Rutan KPKSanksi RS Pusri Palembang Terhadap Dokter yang Mengomentari Pasien BPJS di Media SosialLodewyk Pusung Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Pusat Terkait Keabsahan Penyitaan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap