Masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dikejutkan oleh aktivitas seismik yang terjadi pada pertengahan pekan ini. Peristiwa alam tersebut dilaporkan berlangsung pada malam hari dan sempat memicu kekhawatiran warga di beberapa kabupaten sekitar pusat gempa. Guna memberikan informasi yang akurat dan menghindari simpang siur di tengah masyarakat, berikut adalah kompilasi pertanyaan dan jawaban penting terkait peristiwa gempa magnitudo 5,7 yang kembali mengguncang NTT.
Kapan dan di mana lokasi persis terjadinya gempa bumi tersebut?
Berdasarkan informasi resmi, gempa bumi ini terjadi pada hari Rabu malam, 19 Agustus 2026. Getaran pertama kali tercatat dan dirasakan oleh warga pada pukul 23.17 WIB. Titik pusat getaran berada di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Gempa ini memiliki kedalaman pusat gempa sekitar 10 kilometer di bawah permukaan tanah.
Apakah peristiwa gempa ini memicu peringatan dini tsunami?
Bareskrim Polri Buru WN China Terduga Dalang Penipuan Email Bisnis Lintas Negara

Meskipun getaran yang dihasilkan cukup kuat, hasil analisis parameter gempa menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak memiliki potensi untuk menimbulkan gelombang tsunami. Pihak berwenang segera menyampaikan informasi ini agar masyarakat di wilayah pesisir NTT tidak panik berlebihan dan dapat menyaring informasi yang beredar di lapangan dengan lebih bijak.
Daerah mana saja yang merasakan getaran gempa dan seberapa kuat dampaknya?
Guncangan akibat gempa ini dirasakan di beberapa wilayah kabupaten. Laporan pemantauan mencatat getaran dirasakan di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, hingga Kabupaten Sumba Timur. Kekuatan guncangan maksimum dilaporkan berada pada skala intensitas III-IV MMI.
Apakah masih ada aktivitas gempa susulan setelah gempa utama terjadi?
Tragedi Penolakan Penculikan Anak oleh Kelompok Bersenjata di Mimika

Ya, aktivitas seismik di kawasan tersebut belum sepenuhnya stabil setelah kejadian utama. Pihak pemantau mencatat adanya serangkaian aktivitas gempa susulan dengan magnitudo 2 hingga 4 yang masih terus terjadi di wilayah tersebut. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan setelah gempa magnitudo 7,7 di Flores sebelumnya diperkirakan masih berlangsung selama tiga hingga empat minggu. Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 3.055 gempa susulan, dengan gempa terbesar bermagnitudo 6,2 dan terkecil bermagnitudo 1,1.
Apa imbauan keselamatan bagi warga di daerah terdampak?
BMKG mengimbau warga untuk tidak menempati rumah atau bangunan yang mengalami retakan struktural atau dinyatakan tidak aman. Langkah ini penting untuk menghindari risiko bangunan roboh akibat gempa susulan. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu atau hoaks yang tidak jelas sumbernya, serta terus memantau informasi terbaru melalui aplikasi dan kanal komunikasi resmi BMKG.






