Sebuah insiden yang melibatkan pesawat militer milik Jepang telah mengganggu operasional penerbangan di wilayah selatan negara tersebut. Landasan pacu di Bandara Naha, yang terletak di Prefektur Okinawa bagian selatan, terpaksa ditutup selama berjam-jam pada hari Selasa. Penutupan darurat ini dilakukan setelah sebuah jet tempur milik Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) mengalami kelumpuhan dan tidak dapat bergerak setelah melakukan pendaratan di area tersebut. Bandara Naha sendiri merupakan bandara yang landasan pacunya digunakan secara bersama-sama oleh maskapai penerbangan sipil dan juga armada militer dari Pasukan Bela Diri Jepang (SDF).
Jet tempur yang mengalami kecelakaan tersebut diidentifikasi sebagai jenis F-15 milik Pasukan Bela Diri Udara (ASDF). Sebelum insiden kelumpuhan itu terjadi, jet tempur F-15 ini diketahui baru saja kembali dari sebuah misi pencegatan cepat atau scramble. Sesaat setelah pesawat tempur tersebut menyentuh tanah di landasan pacu, pihak ASDF langsung menghubungi kantor otoritas bandara untuk memberikan peringatan mengenai adanya masalah teknis yang terjadi selama proses pendaratan berlangsung. Pesawat tempur tersebut diketahui bermarkas di Pangkalan Udara Naha yang lokasinya berdampingan dengan Bandara Naha.
Tradisi Sedekah Bumi Blora Kumpulkan 15.540 Sega Berkat pada Peringatan HUT ke-81 RI

Akibat dari masalah teknis saat mendarat tersebut, jet tempur F-15 mengalami patah pada roda pendaratan utama di bagian kiri. Kerusakan ini menyebabkan posisi badan pesawat miring ke sisi kiri sehingga tidak dapat bergerak di atas aspal. Insiden ini terjadi secara spesifik di Landasan Pacu B, sebuah fasilitas landasan pacu yang sebenarnya baru mulai beroperasi sejak bulan Maret 2020 lalu. Karena posisi jet yang menghalangi jalan, Landasan Pacu B terpaksa ditutup mulai sekitar pukul 12.55 waktu setempat. Penutupan darurat ini berlangsung selama kurang lebih empat jam.
Selama penutupan Landasan Pacu B berlangsung, seluruh aktivitas penerbangan pesawat penumpang sipil dialihkan untuk menggunakan Landasan Pacu A. Meskipun operasional Bandara Naha tidak terhenti secara total, pengalihan rute pendaratan dan lepas landas ini secara langsung memicu rentetan penundaan pada jadwal kedatangan serta keberangkatan pesawat di bandara tersebut. Proses evakuasi pesawat tempur berbobot berat ini membutuhkan penanganan khusus, di mana petugas di lapangan akhirnya menggunakan sebuah derek berukuran besar untuk mengangkat badan pesawat F-15 tersebut ke atas truk agar bisa disingkirkan dari area landasan pacu.
Dampak Pengurangan Latihan Militer Gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan

Pihak Kementerian Transportasi segera memberikan konfirmasi mengenai dampak dari peristiwa ini. Kementerian memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden yang melibatkan jet tempur F-15 milik ASDF tersebut. Kendati demikian, insiden ini memicu respons dari pemerintah daerah setempat. Gubernur Okinawa, Denny Tamaki, mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan yang cepat guna mengetahui penyebab pasti dari insiden tersebut. Selain itu, Gubernur Denny Tamaki juga menuntut adanya langkah-langkah konkret untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.






