Upaya pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Dalam rangka memastikan kelancaran dan ketersediaan bantuan tersebut, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama dengan Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung penyaluran bantuan pangan bagi warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah peninjauan langsung ini diambil guna memastikan bahwa seluruh proses distribusi berjalan dengan baik dan bantuan logistik sampai ke tangan yang berhak.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Andi Amran Sulaiman dan Ahmad Rizal Ramdhani mendatangi Kecamatan Reok yang terletak di wilayah Kabupaten Manggarai. Di lokasi ini, keduanya berkesempatan untuk menyapa langsung serta berdialog dengan warga setempat yang terdampak oleh bencana gempa bumi. Selain berinteraksi dengan masyarakat, kunjungan ke Kecamatan Reok ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang telah disiapkan oleh pemerintah benar-benar tersedia dan siap disalurkan di posko-posko penanganan bencana yang telah didirikan.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak gempa Flores, pemerintah telah mengerahkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta komoditas minyak goreng. Berdasarkan data yang dihimpun per tanggal 19 Agustus 2026, Perum Bulog tercatat telah menyalurkan sebanyak 207 ton beras CBP dan juga 6.000 liter minyak goreng untuk keperluan penanganan bencana di wilayah tersebut. Bantuan logistik pangan ini disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak bencana, yang meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, hingga Kabupaten Manggarai Barat.
FBI Puji Polri Ungkap Penipuan BEC, Dana Korban Perusahaan AS Rp 5 M Selamat

Sebelum penyaluran skala besar ini dilakukan, Perum Bulog juga telah mengirimkan bantuan beras terlebih dahulu ke Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Pengiriman awal tersebut merupakan bagian dari respons cepat yang dilakukan oleh pemerintah untuk segera menangani kebutuhan mendesak warga sesaat setelah gempa terjadi. Langkah taktis ini diharapkan dapat meringankan beban awal yang dihadapi oleh para korban gempa di wilayah-wilayah tersebut sebelum bantuan lanjutan tiba secara menyeluruh.
Tidak hanya berhenti pada pemantauan posko, Andi Amran Sulaiman dan Ahmad Rizal Ramdhani juga melanjutkan peninjauan ke gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kunjungan ke gudang logistik ini dilakukan bersama-sama dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemeriksaan gudang ini dilakukan secara khusus untuk memastikan bahwa bantuan logistik bagi warga terdampak di NTT, khususnya di wilayah Manggarai Timur dan Labuan Bajo, berada dalam kondisi yang aman, terjaga kualitasnya, dan siap untuk didistribusikan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Tradisi Sedekah Bumi Blora Kumpulkan 15.540 Sega Berkat pada Peringatan HUT ke-81 RI

Untuk mendukung seluruh rangkaian penyaluran bantuan pangan ini, ketersediaan stok pangan di wilayah NTT dipastikan dalam kondisi yang aman. Perum Bulog menyebutkan bahwa stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini mencapai 35.000 ton. Jumlah stok yang melimpah ini diharapkan mampu menjamin kelangsungan penyaluran bantuan pangan bagi korban bencana gempa bumi di Flores tanpa perlu khawatir akan terjadinya kekurangan pasokan selama masa penanganan bencana berlangsung.






