PT Kereta Api Indonesia (Persero) merancang pengembangan Stasiun Gambir agar dapat melayani naik dan turun pengguna KRL Commuter Line. Rencana ini disiapkan guna memperluas fungsi stasiun di jantung ibu kota tersebut, yang selama ini difokuskan secara khusus untuk operasional kereta api (KA) jarak jauh.
Saat ini Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler per hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk penumpang KA jarak jauh. Jalur layang di stasiun tersebut sebenarnya telah dilintasi armada Commuter Line relasi Jakarta Kota鈥揃ogor dan Jakarta Kota鈥揘ambo, namun rangkaian KRL belum berhenti melayani penumpang di Gambir.
Kesiapan Operasional dan Fasilitas
Untuk merealisasikan layanan KRL di Gambir, KAI tengah mematangkan berbagai kesiapan teknis dan fasilitas stasiun. Pengembangan layanan Commuter Line menuntut penyesuaian menyeluruh pada infrastruktur perkeretaapian dan kenyamanan pengguna.
Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Fokus persiapan meliputi pembenahan fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, tata alur pergerakan penumpang, hingga kapasitas lintas. Di samping itu, aspek teknis seperti sistem kelistrikan aliran atas, persinyalan, dan penyesuaian pola operasi perjalanan kereta juga menjadi bagian penting yang disiapkan secara terintegrasi.
Lonjakan Pengguna dan Kajian New Gambir
Rencana pembukaan akses KRL ini tak lepas dari tren lonjakan mobilitas penumpang komuter. Volume perjalanan KRL Jabodetabek tercatat meningkat 58,11 persen dalam kurun tiga tahun, melonjak dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025, atau bertambah 126.656.933 perjalanan.
Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Lintas Bogor Line menjadi salah satu rute terpadat dengan kontribusi signifikan. Sepanjang 2025, Bogor Line melayani 153.538.393 perjalanan atau menyumbang 44,55 persen dari total volume perjalanan KRL Jabodetabek.
Langkah optimalisasi fungsi stasiun dituangkan dalam kajian New Gambir. Kajian ini menempatkan modernisasi Stasiun Gambir sebagai bagian dari penguatan kapasitas transportasi kawasan, integrasi layanan KRL, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. Di sisi lain, mobilitas penumpang jarak jauh di Gambir tetap tinggi, dengan catatan 3.871.579 pergerakan pelanggan sepanjang Januari hingga Juli 2026, yang mencakup 1.990.205 penumpang naik dan 1.881.374 penumpang turun.






