berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Etika Birokrasi dan Keamanan Publik, Mengapa Sayembara Begal Dedi Mulyadi Dinilai Tidak Etis

Yolanda RumbayanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 00.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Etika Birokrasi dan Keamanan Publik, Mengapa Sayembara Begal Dedi Mulyadi Dinilai Tidak Etis
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Upaya penanganan kriminalitas di tingkat daerah sering kali melahirkan berbagai kebijakan dan inisiatif dari para pemimpin daerah. Salah satu langkah yang menarik perhatian luas adalah inisiatif sayembara penangkapan begal yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Langkah ini memicu tanggapan kritis dari kalangan akademisi. Muradi, seorang Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan dari Universitas Padjadjaran Bandung, menilai bahwa pendekatan melalui sayembara semacam ini tidak etis dilakukan oleh seorang pejabat publik yang memimpin wilayah administratif. Menurut pandangannya, inisiatif tersebut memunculkan pertanyaan mengenai etika birokrasi dan kepantasan seorang gubernur dalam merespons isu keamanan.

Dari sudut pandang tata kelola pemerintahan, Muradi menjelaskan bahwa sayembara pada dasarnya merupakan sebuah tindakan yang bersifat informal. Menurutnya, seorang kepala daerah tidak perlu membuat kebijakan yang bersifat informal seperti ini untuk mengatasi masalah keamanan publik. Ketika sebuah sayembara diangkat dan dijadikan sebagai kebijakan resmi seorang gubernur, tindakan tersebut dinilai telah menyalahi etika yang melekat pada jabatan publik. Pemerintah daerah seharusnya mengedepankan mekanisme resmi yang terstruktur untuk menangani masalah kriminalitas di wilayahnya, bukan dengan melemparkan tanggung jawab penangkapan kepada khalayak umum.

Kritik tajam terhadap inisiatif ini juga didasarkan pada prosedur peluncurannya yang dianggap melompati tahapan birokrasi. Muradi mengkritisi inisiatif tersebut karena diangkat secara terbuka kepada masyarakat luas tanpa menempuh jalur formal terlebih dahulu. Sebelum dilempar ke ruang publik, gubernur semestinya melakukan koordinasi dengan instansi keamanan terkait. Meskipun secara aturan yang berlaku saat ini sayembara penangkapan begal tersebut tidak melanggar ketentuan apa pun, dari sisi tata kelola pemerintahan langkah ini dinilai tidak sehat.

Baca Juga

Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Selain masalah etika pemerintahan dan tata kelola birokrasi, inisiatif ini juga dinilai membawa dampak sosial yang berisiko tinggi bagi masyarakat luas. Muradi memperingatkan bahwa sayembara penangkapan begal ini tidak memiliki ukuran yang jelas. Tanpa adanya parameter yang terukur, inisiatif ini berisiko memicu tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat. Lebih jauh lagi, situasi ini memancing masyarakat untuk saling mencurigai satu sama lain. Kondisi saling curiga ini pada akhirnya justru dapat mengganggu ketenteraman sosial dan merusak keharmonisan warga.

Sebagai solusi atas permasalahan keamanan tersebut, Muradi menyarankan agar para pemimpin daerah dapat menyeimbangkan antara langkah formal dan informal, dengan catatan bahwa jalur formal tetap harus didahulukan. Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, gubernur harus mendorong koordinasi aparat penegak hukum untuk mengurangi ancaman begal. Kepala daerah harus memprioritaskan fungsi koordinasi formal dengan kepolisian, seperti memanggil dan berkoordinasi langsung dengan Kepolisian Daerah (Polda) maupun Kepolisian Resor (Polres) setempat guna menghasilkan strategi penanganan begal yang terintegrasi.

Baca Juga

Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Di sisi lain, sangat penting bagi kepala daerah untuk benar-benar memahami batas kewenangan dan tugas utama mereka. Terkait hal ini, Rafael menjelaskan bahwa tugas utama seorang kepala daerah adalah menggunakan uang negara untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Dengan berfokus pada akar masalah sosial dan ekonomi ini, persoalan di masyarakat diharapkan dapat diurai secara lebih baik. Pada saat yang sama, Muradi pun berharap Dedi Mulyadi bisa mengedukasi publik akan pentingnya etika birokrasi tersebut, sehingga kebijakan yang diambil ke depannya lebih mencerminkan tata kelola pemerintahan yang ideal.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratDedi MulyadiMuradiUniversitas Padjadjaran BandungBegalTata Kelola Pemerintahan

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku DitangkapKondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk WargaKTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Ubah Komitmen Jadi Aksi NyataTarget 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji KecilSederet Upaya Pertamina Atasi Antrean Panjang di SPBU Kota MakassarSosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 TahunJangan Lupa Serbu Transmart Full Day Sale! Gebyar Diskon 50% + 20%

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

Budaya

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap