Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengecam keras aksi penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan.
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta meminta aparat penegak hukum dan keamanan mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk jaringan di balik serangan tersebut. Sukamta menegaskan pengusutan tidak boleh berhenti hanya pada eksekutor di lapangan, melainkan harus membongkar pihak yang merencanakan, memasok senjata, hingga pemberi dukungan logistik.
Selain mendesak penegakan hukum menyeluruh, Sukamta meminta pemerintah meningkatkan deteksi dini, keakuratan data intelijen, dan perlindungan bagi warga sipil. Pengamanan ekstra dinilai mendesak bagi petugas yang menjalankan fungsi pelayanan publik di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur di daerah rawan.
Hadapi Karhutla, Polri Perkuat Teknologi hingga Rekayasa Tata Air

Desakan penindakan tegas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono. Ia mendorong aparat segera menangkap para pelaku dan meminta koordinasi antara TNI dan Polri terus diperkuat guna mempercepat respons ancaman sekaligus mencegah jatuhnya korban tambahan.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Oleh Soleh meminta pemerintah tidak lagi bertindak reaktif ketika insiden kekerasan terjadi. Soleh mendorong penyusunan strategi terpadu dan peta jalan (roadmap) pemberantasan KKB di Papua yang terencana secara berkelanjutan.
Kronologi Penyerangan Rombongan Dinas Pertanian
Berdasarkan keterangan Satgas Operasi Damai Cartenz, peristiwa penembakan terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, rombongan yang terdiri dari 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tengah menempuh perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan program cetak sawah.
Sampah Serang Raya Bakal Diubah Jadi Listrik

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengonfirmasi tiga korban tewas berstatus ASN. Ketiga korban teridentifikasi berinisial WB (24), AR (49) yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, serta AAM (35).
Yusuf menyatakan pihaknya telah meminta keterangan dari para saksi korban yang selamat di Polres Jayawijaya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, aparat telah mengantongi ciri-ciri fisik para pelaku penembakan dan menerjunkan tim untuk melakukan pengejaran di lapangan.






