berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat Hormuz

Ance RundenganDiterbitkan 7 Agu 2026 - 16.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dinamika Pasar Keuangan, IHSG Menguat ke 6.380 di Tengah Isu Selat Hormuz
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pasar keuangan Indonesia menunjukkan arah pergerakan yang bervariasi pada perdagangan menjelang akhir pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kokoh melaju di zona hijau, kontras dengan nilai tukar Rupiah yang justru mengalami tekanan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dinamika pasar domestik ini berjalan beriringan dengan fluktuasi harga komoditas energi global yang dipicu oleh isu geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait draf regulasi pelarangan kapal AS dan Israel di Selat Hormuz, serta perkembangan diplomasi internasional.

Bagaimana perkembangan RUU larangan lintas kapal di Selat Hormuz dan dampaknya terhadap harga minyak dunia? Isu mengenai rancangan undang-undang (RUU) yang melarang kapal-kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel untuk melewati Selat Hormuz sempat memicu kekhawatiran global mengingat signifikansi jalur laut tersebut bagi pasokan energi dunia. Namun, ketegangan tersebut diimbangi oleh munculnya harapan baru terkait jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat. Sentimen positif dari potensi dialog ini meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan minyak yang ekstrem. Akibatnya, harga minyak mentah di pasar global justru mengalami penurunan tajam hingga ambruk sebesar 5 persen. Penurunan harga minyak ini memberikan angin segar bagi negara-negara importir neto minyak, termasuk Indonesia, karena dapat mengurangi beban subsidi energi domestik dalam jangka pendek.

Mengapa IHSG tetap mampu melanjutkan reli penguatan di tengah ketidakpastian global? Pada perdagangan hari Jumat (07/08), tepat pukul 10:03 WIB, IHSG menunjukkan performa yang tangguh dengan terus bergerak di zona hijau. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut berhasil menguat hingga menyentuh level 6.380. Reli penguatan ini didorong oleh respons positif pelaku pasar terhadap penurunan harga minyak mentah dunia yang dapat meringankan tekanan inflasi dari sektor energi. Selain itu, meredanya ketegangan militer langsung di Selat Hormuz berkat sinyal diplomasi Iran-AS memberikan ruang bagi investor lokal maupun asing untuk kembali mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia. Kendati demikian, keberlanjutan reli ini masih sangat bergantung pada stabilitas sentimen regional dan laporan kinerja emiten domestik.

Baca Juga

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Apa penyebab nilai tukar Rupiah melemah ke level Rp17.930 per Dolar AS? Meskipun pasar saham bergairah, pasar valuta asing domestik justru mengalami tekanan yang cukup signifikan. Nilai tukar Rupiah terpantau melemah hingga mencapai level Rp17.930 per Dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh sikap kehati-hatian atau wait and see yang ditunjukkan oleh para pelaku pasar global. Investor saat ini tengah mewaspadai rilis data inflasi terbaru serta arah kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama demi meredam inflasi membuat Dolar AS kembali diburu sebagai aset aman, yang pada akhirnya menekan mata uang negara-negara berkembang termasuk Rupiah.

Mengapa harga emas di bursa komoditas berjangka kembali mengalami tekanan? Emas, yang biasanya berfungsi sebagai aset lindung nilai (safe haven) di kala ketidakpastian geopolitik memuncak, kali ini tidak luput dari koreksi. Harga emas di bursa komoditas berjangka kembali tertekan seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ketat The Fed. Ketika pasar mengantisipasi bahwa tingkat inflasi masih memerlukan respons suku bunga tinggi dari bank sentral AS, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih tinggi. Faktor inilah yang membuat sebagian pelaku pasar mengalihkan portofolio mereka dari emas ke instrumen berpendapatan tetap atau Dolar AS, meskipun isu RUU pembatasan Selat Hormuz bagi kapal AS dan Israel masih bergulir.

Baca Juga

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Bagaimana ulasan lengkap mengenai dinamika pasar keuangan global dan domestik ini? Untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pergerakan pasar saham, nilai tukar, dan komoditas global ini, pemirsa dapat menyimak ulasan mendalam yang dipaparkan oleh Shafinaz Nachiar. Analisis tajam mengenai sentimen geopolitik Timur Tengah dan kebijakan The Fed ini disiarkan secara langsung dalam program Profit di CNBC Indonesia pada hari Jumat, 07/08/2026. Melalui ulasan tersebut, investor dapat memperoleh proyeksi teknikal maupun fundamental yang lebih terperinci untuk menentukan langkah investasi selanjutnya di tengah volatilitas pasar yang dinamis.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Emasharga minyakRupiahIHSGSelat HormuzPasar Keuangan

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan KetentuannyaNasional 路 25 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap