Singapura kembali bersiap memperluas wilayah daratannya melalui rencana reklamasi ambisius yang akan menggabungkan sejumlah pulau di bagian selatan. Rencana pembentukan "pulau barat" baru ini disampaikan oleh Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pidato Hari Nasional pada 23 Agustus 2026.
Tiga pulau utama yang masuk dalam skema penyatuan dan reklamasi besar-besaran ini adalah Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong. Berdasarkan laporan The Straits Times, beberapa pulau lain di kawasan selatan Pulau Jurong, seperti Pulau Hantu, Pulau Jong, dan Pulau Sebarok, juga berpotensi dimasukkan ke dalam area pengembangan tersebut.
Melanjutkan Sukses Pulau Jurong
Langkah ini terinspirasi dari rekam jejak reklamasi masa lalu yang berhasil menyatukan gugusan pulau lepas pantai menjadi Pulau Jurong. Kawasan tersebut kini telah berkembang menjadi pusat industri energi dan petrokimia global.
Direktur CIA John Ratcliffe Dilaporkan Berkunjung ke Moskow

Namun, daratan baru yang direncanakan kali ini diproyeksikan melayani kebutuhan ekonomi yang lebih modern. Lawrence Wong menjelaskan bahwa pulau baru tersebut tidak hanya ditujukan bagi industri petrokimia, melainkan disiapkan untuk mendukung fasilitas manufaktur canggih, generasi industri baru, serta infrastruktur pembangkit listrik masa depan.
Selain sektor industri, keterbatasan lahan mendorong Singapura merancang ruang baru untuk permukiman, lapangan kerja, transportasi, dan infrastruktur strategis lainnya. Proyek ini juga dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pertahanan, melanjutkan fungsi Pulau Sudong yang saat ini memiliki fasilitas landasan udara darurat bagi Angkatan Bersenjata Singapura.
Prabowo Tegaskan Respons Cepat Bencana di Aceh dan NTT Berkat Penyelamatan Uang Negara

Masih dalam Tahap Kajian
Pemerintah Singapura menetapkan visi jangka panjang untuk 50, 70, hingga 100 tahun ke depan dalam pengelolaan ruang wilayahnya. Untuk menunjang mobilitas dan integrasi ekonomi, sebuah jalur penghubung baru direncanakan terbangun antara Pulau Jurong dan pulau barat hasil reklamasi tersebut.
Kendati rencana penggabungan daratan ini telah diumumkan ke publik, Wong menegaskan bahwa seluruh proyek masih berada dalam tahap kajian. Pemerintah tetap mempertimbangkan pelestarian ruang hijau, keanekaragaman hayati, dan kawasan bernilai sejarah di tengah kebutuhan ekspansi daratan.






