Mengapa tenggorokan kita terasa lebih cepat kering, gatal, dan tubuh mendadak rentan terserang batuk pilek ketika suhu udara di luar ruangan sedang melonjak tinggi? Pertanyaan ini sering kali muncul di benak masyarakat saat menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Jawabannya terletak pada bagaimana kondisi lingkungan yang ekstrem memengaruhi mekanisme pertahanan alami tubuh manusia, khususnya pada saluran pernapasan kita.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, memberikan penjelasan mengenai fenomena ini. Beliau mengingatkan bahwa kombinasi antara fenomena El Nino dan cuaca panas ekstrem secara signifikan dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit, dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai ancaman yang paling utama. Ketika udara luar sangat panas, kondisi saluran napas kita dapat terganggu secara langsung. Gangguan pada saluran napas inilah yang akhirnya menurunkan daya tahan lokal, sehingga memudahkan virus atau bakteri penyebab ISPA masuk dan menginfeksi tubuh.








