berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong Petojo

Ance RundenganDiterbitkan 9 Agu 2026 - 10.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perjalanan Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong Petojo
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Papan nama merah dan hangat khas Alfamart kini hampir selalu bisa ditemukan di setiap sudut jalan di Indonesia. Jaringan ritel raksasa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, di balik gurita bisnis yang memiliki puluhan ribu gerai ini, terdapat kisah perjuangan seorang pria bernama asli Kwok Kwie Fo, atau yang lebih dikenal sebagai Djoko Susanto. Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa ketekunan dalam mengelola usaha kecil mampu membuka jalan menuju kesuksesan yang luar biasa di industri ritel tanah air.

Sebelum menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia bisnis Indonesia, Djoko Susanto meniti langkahnya dari bawah. Ia sempat bekerja sebagai pegawai biasa di sebuah perusahaan perakitan radio. Dorongan untuk membantu keluarga akhirnya membuat Djoko memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ia memilih kembali untuk menyokong usaha keluarganya pada tahun 1996. Langkah awal ini membawanya ke sebuah warung kelontong kecil milik ibunya yang bernama Toko Sumber Bahagia, yang berlokasi di kawasan Petojo.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Di warung kelontong yang sederhana tersebut, Djoko membantu sang ibu menjajakan berbagai macam kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Toko Sumber Bahagia kala itu menjual barang-barang seperti kacang tanah, minyak sayur, sabun, hingga rokok. Melalui interaksi langsung dengan pembeli dan pengelolaan barang dagangan setiap hari, Djoko mulai mengasah naluri bisnisnya. Ia melihat peluang yang lebih besar dalam perdagangan rokok, hingga akhirnya memutuskan untuk memfokuskan usaha keluarga tersebut pada penjualan rokok dalam skala besar. Gudang Garam kemudian menjadi mitra utama dalam pengembangan bisnis grosir tersebut.

Keputusan taktis tersebut membuahkan hasil yang sangat signifikan. Pada tahun 1987, Djoko tercatat telah berhasil memiliki 15 jaringan toko grosir. Prestasi ini juga mengukuhkan posisinya sebagai penjual rokok Gudang Garam terbesar pada masa itu. Keberhasilan Djoko dalam menguasai jalur distribusi grosir ini menarik perhatian pelaku industri besar. Pada akhir tahun 1986, ia bertemu dengan Putera Sampoerna yang merupakan pemimpin dari PT HM Sampoerna. Pertemuan strategis ini menjadi babak baru dalam karier bisnis Djoko Susanto.

Baca Juga

Menteri PPPA Soroti Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Menteri PPPA Soroti Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Putera Sampoerna melihat potensi besar dalam diri Djoko dan mempercayainya untuk menduduki posisi penting. Djoko kemudian diangkat menjadi direktur penjualan di PT Sampoerna. Kepemimpinan dan strategi distribusinya berhasil mendongkrak posisi PT HM Sampoerna menjadi produsen rokok terbesar kedua di Indonesia setelah Gudang Garam. Selain itu, Djoko juga dipercaya memegang jabatan sebagai direktur di PT Panarmas, perusahaan yang bertindak sebagai distributor resmi rokok Sampoerna. Salah satu pencapaian pentingnya dalam periode ini adalah ikut serta memasarkan merek rokok baru, Sampoerna A Mild, pada tahun 1989.

Kolaborasi erat antara Djoko Susanto dan Putera Sampoerna terus berlanjut ke sektor ritel modern. Pada tahun 1989, Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo. Langkah awal pendirian perusahaan ini dilakukan dengan mengonversi sebuah gudang milik Sampoerna yang terletak di Jl Lodan No. 80 menjadi tempat usaha baru. Dengan modal awal sebesar Rp 2 miliar, gudang tersebut disulap menjadi Toko Gudang Rabat. Dalam kepemilikan usaha ini, Putera Sampoerna memegang 40 persen saham, sementara sisa kepemilikan saham dikuasai oleh Kwok Kwie Fo. Toko Gudang Rabat inilah yang menjadi cikal bakal dari imperium Alfa.

Sepanjang dekade 1990-an, Toko Gudang Rabat terus berkembang pesat hingga memiliki 32 gerai di berbagai wilayah. Kehadiran jaringan toko ini menjadikannya pesaing utama bagi Indomaret, jaringan ritel yang didirikan oleh Salim Group. Perkembangan yang pesat ini menuntut adanya penyesuaian identitas dan badan hukum yang lebih solid. Pada tanggal 18 Oktober 1999, nama jaringan ritel ini resmi berubah menjadi Alfa Minimart di bawah naungan PT Sumber Alfaria Triyaja. Toko pertama dengan konsep baru ini didirikan di Jl. Beringin Raya, Tangerang.

Baca Juga

Tarif Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Menjadi Rp 1 Saat Perayaan HUT RI 17 Agustus

Tarif Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Menjadi Rp 1 Saat Perayaan HUT RI 17 Agustus

Langkah ekspansi Alfa semakin mantap saat perusahaan memutuskan untuk melantai di bursa saham. Pada tanggal 18 Januari 2000, Alfa resmi menyatakan diri go public. Pada saat penawaran umum perdana tersebut, nilai kapitalisasi pasar Alfa ditaksir mencapai sekitar US$ 108,29 juta. Untuk memperkuat posisinya di benak konsumen, Alfa Minimart kemudian bersalin nama menjadi Alfamart terhitung sejak tanggal 1 Januari 2003. Dalam fase perkembangan ini, Putera Sampoerna juga terus memberikan dukungan finansial dengan menyuntikkan modalnya ke dalam perusahaan.

Kini, Alfamart telah menjelma menjadi salah satu kekuatan ritel terbesar di Indonesia. Di bawah bendera Alfamart Group, jumlah gerai yang beroperasi telah menembus angka lebih dari 23.000 toko di seluruh penjuru negeri. Gurita bisnis ini tidak hanya mencakup gerai Alfamart saja, melainkan juga jaringan ritel yang dikelola oleh anak-anak usahanya, seperti Alfamidi dan Lawson. Dari sebuah warung kelontong kecil di Petojo yang menjual kebutuhan pokok eceran, konsistensi dan kemitraan strategis telah membawa langkah Kwok Kwie Fo membangun jaringan ritel raksasa yang melayani jutaan masyarakat setiap harinya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Alfamart

Berita Terbaru Lainnya

Menteri PPPA Soroti Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba di Sekolah Swasta Jakarta SelatanTarif Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Menjadi Rp 1 Saat Perayaan HUT RI 17 AgustusApa Arti Peringkat Kredit Indonesia yang Dirilis S&P Ratings, Moody's, dan Fitch?Zoe Levana Ungkap Perjuangan Emosional Selama Syuting Serial Garam MudaPendaftaran PCPM Bank Indonesia Resmi Dibuka Hari Ini, Simak Syarat dan Tautan PendaftarannyaTim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangMekanisme Pemilihan Calon Gubernur Bank IndonesiaPenyaluran BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Tahun 2026, Alokasi, Syarat, dan Prosedur Pencairan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026