Ratusan peserta yang memadati ajang Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, mendapatkan suntikan motivasi langsung dari pengusaha nasional Chairul Tanjung pada Sabtu (5/9/2026). Dalam sesi Inspirational Talks tersebut, Founder dan Chairman CT Corp ini membagikan panduan konkret merintis karier dan bisnis bagi masyarakat setempat.
Di hadapan para peserta, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut menegaskan bahwa latar belakang ekonomi maupun kondisi keluarga tidak boleh menjadi penghalang untuk maju.
"Sukses adalah hak semua orang," ujar Chairul Tanjung saat memaparkan materi.
Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat, Bandar Lampung Hujan Abu

Berdasarkan perjalanan hidup dan pengalamannya membangun jaringan bisnis CT Corp, ia merumuskan sepuluh prinsip utama yang dinamai CT Way. Kerangka prinsip ini dirancang untuk menjadi pedoman bagi siapa saja yang ingin mencapai keberhasilan.
10 Prinsip CT Way
Prinsip pertama dalam CT Way menekankan pentingnya mengawali setiap langkah bisnis dengan niat yang baik. Selanjutnya, seseorang dituntut cerermat membaca dan menangkap peluang yang ada, sekaligus berinisiatif menciptakan peluang baru apabila ruang usaha belum terbuka lebar.
Chairul Tanjung juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak menganggap uang sebagai modal utama. Fondasi penting lainnya meliputi keberanian berinvestasi untuk masa depan (buy the future with the present value) serta menganggap kegagalan bukan sebagai momok, melainkan sahabat terbaik untuk belajar.
Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

Etos kerja turut menjadi sorotan. Chairul menggarisbawahi pentingnya kerja keras tanpa kenal menyerah, perhatian tinggi terhadap detail, kedisiplinan, standar tinggi terhadap hasil akhir (perfectionist), serta pemanfaatan intuisi yang tetap berpijak pada kalkulasi rasional. Pengambil keputusan juga didorong untuk selalu berfokus mencari jalan keluar ketimbang terpaku pada masalah.
Sebagai penutup rumusan CT Way, ia menekankan perlunya memadukan idealisme dengan pragmatisme karena keduanya saling melengkapi, serta menempatkan pencarian keberkahan Tuhan sebagai landasan dari setiap ikhtiar yang dijalankan.






