Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi memberhentikan Sekretaris DPC PDIP Surabaya Achmad Hidayat melalui Surat Keputusan Nomor 105/KPTS/DPP/IX/2026 tertanggal 4 September 2026. Keputusan pemecatan tersebut diteken langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto di Jakarta.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah memberikan penjelasan mengenai pemecatan tersebut dan kaitannya dengan langkah Achmad yang sempat bertandang ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah. Said menegaskan bahwa kunjungan ke rumah Jokowi serta pembelaan terhadap mantan presiden tersebut bukanlah alasan tunggal partai mengambil tindakan tegas pemecatan.
Menurut Ketua Badan Anggaran DPR RI itu, pemberhentian Achmad murni didasari oleh sederet dugaan pelanggaran etik dan disiplin berat sebagai kader partai. Said menyebut pelanggaran yang dilakukan mantan pengurus cabang tersebut tergolong berat hingga diduga berkaitan dengan ranah perdata maupun pidana, meski rincian materiilnya tidak dibuka seluruhnya ke publik.
OTT BPN Bogor, KPK Temukan 17 Koper Berisi Uang Rp100 Miliar di Rumah Gus A

Dalam surat keputusan pemecatan, DPP PDIP merinci sejumlah poin pelanggaran etika dan disiplin organisasi yang dilakukan Achmad. Beberapa di antaranya meliputi penyalahgunaan wewenang struktural hingga dugaan tindakan intimidasi terhadap pengurus partai lainnya.
Juru Bicara DPP PDIP Aryo Seno Bagaskoro turut menegaskan bahwa sanksi pemecatan merupakan konsekuensi logis bagi kader yang terbukti membangkang terhadap garis komando. Ia menyatakan partai tidak akan tinggal diam terhadap tindakan yang dinilai melanggar konstitusi negara maupun konstitusi internal partai.
Aryo Seno menambahkan, DPP PDIP telah menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk tidak larut dalam manuver politik mantan kader. Energi partai saat ini difokuskan pada kerja-kerja kerakyatan, riset, serta pengelolaan risiko bencana dan penanganan ancaman El Nino di berbagai daerah terdampak.
Asap Karhutla Kembali Terlihat di Kawasan IKN

Di sisi lain, Achmad Hidayat menduga pemecatan dirinya memang berkaitan erat dengan kunjungannya menemui Jokowi di Solo. Kendati demikian, ia menyatakan menerima keputusan DPP PDIP secara terbuka.
Achmad juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berkiprah di PDIP selama ini, termasuk perannya dalam pemenangan pasangan Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya serta Tri Rismaharini di wilayah Surabaya pada Pilgub Jatim. Achmad pun memastikan hingga saat ini dirinya belum menerima tawaran maupun pinangan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).






