Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengamanan dan antisipasi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Langkah kewaspadaan ini digencarkan guna menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering akibat dampak fenomena El Nino, sekaligus mencegah terulangnya insiden kebakaran besar yang pernah melanda kawasan tersebut pada 2023.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan bahwa penanganan risiko kebakaran di TPA Sarimukti dijalankan melalui dua jalur, yakni strategi internal dan penguatan eksternal.
Ilalang di Kampung Bandan Jakut Kebakaran, 80 Personel Damkar Dikerahkan

Dari jalur internal, fokus utama diarahkan pada mitigasi fisik di area zona 5 sebagai tindak lanjut langsung atas arahan Menteri Lingkungan Hidup. Praktik open dumping di zona tersebut telah dihentikan, dan proses pelapisan tanah saat ini sudah mencapai progres 40 persen untuk meminimalisasi potensi titik api dari tumpukan sampah.
Selain penutupan tanah, DLH Jawa Barat memasang instalasi hidran di area-area kritis untuk memastikan respons penanganan awal kebakaran dapat berlangsung secara cepat dan efisien jika muncul percikan api. Pengawasan operasional harian juga menyasar faktor kelalaian manusia melalui sosialisasi intensif kepada para pemulung, warga sekitar, hingga pengemudi truk sampah agar tidak merokok atau menyalakan api di zona sensitif.
Kebakaran Rumah di Gambir Jakpus, Asap Putih Tebal Mengepul

Untuk penguatan di luar area teknis TPA, koordinasi lintas instansi dibangun bersama Dinas Pemadam Kebakaran serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melalui pelatihan mitigasi kebencanaan secara berkala. Arief menuturkan, kesiapsiagaan personel di lapangan juga didukung oleh bantuan pelatihan teknis penanganan kebakaran dari Pertamina.






